PLN dan IPP Diminta Jaga Pasokan Listrik Selama Penanganan Corona

Foto: PLN

Jakarta – Sebagai pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL), PT PLN dan Perusahaan Listrik Swasta (IPP) diminta agar dapat mengambil langkah dan kebijakan strategis di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, melalui surat resmi nomor 683/21/DJL.1/2020 tanggal 30 Maret 2020 perihal Langkah Strategis Menjaga Pasokan dan Ketersediaan Listrik.

Kebijakan tersebut diperlukan sebagai upaya untuk tetap menjaga keandalan pasokan dan ketersediaan tenaga listrik bagi masyarakat pada masa tanggap darurat penanganan Covid-19 di Indonesia. “Salah satunya adalah dengan cara mengamankan dan memastikan rantai pasok energi primer, termasuk di dalamnya pasokan batubara,” terang Dirjen Rida.

Berdasarkan rilis resmi Kementerian ESDM pada Selasa (7/4/2020), Rida menyampaikan, jika dalam proses pengamanan rantai pasok tersebut mengalami kendala, ia mengimbau agar pemilik IUPTL dapat segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan/atau melaporkannya kepada Ditjen Ketenagalistrikan.

Pemerintah memastikan layanan publik terkait penyediaan energi, terutama pasokan listrik, tetap berjalan normal, di tengah penanganan wabah Covid-19. Listrik menjadi salah satu sumber energi vital pelayanan publik dan rumah sakit dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Jaga Pasokan Listrik selama PSBB

Untuk menjaga pasokan listrik tetap andal selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta diberlakukan, sebanyak 2.371 personel PLN yang bertugas di unit-unit kritikal seperti pembangkit, trnasmisi, pengatur beban, distribusi, pembangkit, dan lain-lain tetap bekerja di unit kerjanya masing-masing.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN, Haryanto W.S menuturkan, PLN juga telah melakukan pemantauan secara khusus untuk rumah sakit rujukan di DKI Jakarta, di mana terdapat pasien yang diisolasi karena masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP), maupun yang sudah positif terjangkit Covid-19.

Standard Operational Procedure (SOP) yang diterapkan terhadap rumah sakit besar tersebut yaitu memastikan pasokan listrik berasal dari dua sumber, sehinga apabila sumber listrik utama mengalami gangguan, maka langsung dipindahkan ke sumber listrik cadangan. “Kita buat siaga dengan dua sumber dari gardu yang berbeda, sumber utama dan sumber cadangan. Bebannya pun dimonitor berskala setiap 3 jam,” urainya.

Dalam masa PSBB ini, PLN juga menyiagakan 41 unit UPS dengan total kapasitas 7.070 kilo Volt Ampere (kVA), 15 unit trafo bergerak dengan total kapasitas 1.745 kVA, 7 unit kabel bergerak sepanjang 2.600 meter, 23 unit gardu bergerak dengan total kapasitas 17.080 kVA, 10 unit genset dengan total kapasitas 1.745 kVA untuk mengantisipasi terjadinya gangguan listrik.