Keringanan Tarif Listrik untuk Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Foto: Listrik Indonesia

Jakarta – Pemerintah memberikan keringanan dengan menggratiskan tagihan listrik bagi golongan pelanggan rumah tangga 450 VA selama tiga bulan (April-Juni 2020), dan diskon 50% untuk golongan 900 VA subsidi selama periode yang sama. Kebijakan ini dilakukan untuk dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menerangkan, keringanan ini diberikan bagi sekitar 24 juta pelanggan dengan daya 450 VA dan diskon 50% bagi 7 juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.

Pemerintah, sambungnya, telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk pelanggan listrik tidak mampu sebagai bagian dari perlindungan sosial untuk masyarakat lapisan bawah di tengah pandemi Covid-19. “Target dari Perpu Nomor 1/2020 ini sebagaimana disampaikan Presiden kemarin adalah hanya untuk dua golongan pelanggan yang selama ini telah menerima subsidi,” paparnya.

Besaran angka tersebut diasumsikan dari volume rata-rata konsumsi untuk 450 VA yang berjumlah 24 juta adalah 85,25 KWh per bulan atau sekitar Rp 40 ribu tagihan listrik per bulan, sementara bagi 7 juta pelanggan 900 VA adalah 104,27 KWh atau sekitar Rp 30 ribu setelah diskon 50%.

“Ini bukti pemerintah siap hadir di setiap kondisi. Sekiranya diperlukan pemberian keringanan izinkan dievaluasi sesuai keadaan,” kata Rida, dilansir dari keterangan pers KESDM.

Mekanisme Keringanan Tagihan Listrik

Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen 450 VA dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen bersubsidi 900 VA, pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan mekanisme pelaksanaan pemberian stimulus tarif listrik tersebut.

“Untuk golongan 450 VA yang regular (pascabayar) atau pakai dulu baru bayar, berapapun pakainya ya gratis, tidak bayar apa-apa,” kata Rida.

Untuk mengantisipasi pemakaian konsumen regular yang melebihi batas, Kementerian ESDM dan PLN sudah memiliki database penggunaan masing-masing konsumen. “Nanti bakal jepret juga skeringnya kalau melebihi batas,” lanjutnya. Khusus prabayar 450 VA, pemerintah akan memberikan token gratis setiap bulan sebesar pemakaian tertinggi dari tiga bulan terakhir.

Penerapan mekanisme keringanan pembayaran ini akan diterapkan serupa pada pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi. “Yang regular akan diberikan diskon 50 persen dari biaya pemakaian dan biaya beban,” ujar Rida.

Sementara bagi konsumen 900 VA prabayar, setiap bulannya akan diberikan token listrik gratis sebesar 50% dikalikan pemakaian bulan tertinggi dari tiga bulan terakhir. Rida menegaskan selama tiga bulan ke depan, mulai April-Juni, kedua pelanggan 450 VA dan sebagian 900 VA akan mengikuti mekanisme yang sudah ditentukan.

“Sekiranya akan mengikuti perkembangan nasional meredanya Covid-19. Bila masih dibutuhkan untuk memberikan keringanan kepada saudara-saudara yang membutuhkan, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang,” sambunya.