WKP Lahendong Kian Tunjukkan Performa Positif

WKP Lahendong. (Foto: PGE Pertamina)

Tomohon – Sampai tahun 2020, kinerja produksi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lahendong menunjukkan performa yang positif. WKP yang berada di Tomohon, Sulawesi Utara ini memiliki total kapasitas sebesar 120 MW, di mana masing-masing unit berkapasitas 1 x 20 MW. Unit 1-4 dijalankan dengan skema perjanjian jual beli uap, sementara unit 5-6 menggunakan skema perjanjian jual beli listrik.

Hal tersebut disampaikan General Manager Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Salvius Patangke, dalam keterangan pers Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2020). Salvius mengatakan, kapasitas uap yang tersedia untuk pembangkitan PLTP unit 1-6 saat ini adalah setara 110 MW. Sementara itu, beberapa sumur sedang dalam persiapan produksi (pembangunan proyek pemipaan cluster LHD-13 ke LHD-5).

“Diharapkan pertengahan 2020 lapangan uap di Lahendong dapat mensuplai PLTP milik PLN dengan kapasitas maksimal (4 x 20 MW),” katanya.

WKP Lahendong memiliki 39 sumur, tersebar di 11 cluster yang berada di Wilayah Lahendong (Kecamatan Tomohon Selatan, Sonder, dan Remboken), dengan rincian 14 sumur produksi, 6 sumur reinjeksi, dan 19 sumur monitor. Sumur-sumur tersebut tersebar di unit 1 hingga 4.

Sementara pada unit 5-6, pembangkit tersebut memiliki 14 sumur di 5 cluster yang berada di Wilayah Tompaso (Kecamatan Tompaso, Tompaso Barat, Langowan Utara, dan Kawangkoan) dengan rincian 5 sumur produksi, 4 sumur reinjeksi, dan 5 sumur monitor.

Memaksimalkan Penggunaan Energi Bersih

Saat ini, Kementerian ESDM terus memaksimalkan penggunaan energi bersih melalui pengembangan panas bumi untuk memenuhi kebutuhan suplai energi nasional. Menurut catatan terbaru Badan Geologi, potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,9 Giga Watt (GW) hingga Desember 2019.

“Potensi ini baru dipakai 8,9% atau 2.130,6 Mega Watt (MW). Jadi masih banyak yang belum dimanfaatkan,” terang Kepala Subdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Direktorat Panas Bumi Ditjen EBTKE Budi Herdiyanto.

Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan panas bumi menjadi 7.241,5 MW atau 16,8% di 2025. “Kita sudah punya roadmap untuk menjalankan 46 proyek (panas bumi) dengan total kapasitas sebesar 1.222 MW. Kita harapkan bisa berkontribusi tambahannya 5.000 MW dari sekarang sekitar 2000an MW,” sambung Budi.

Budi menggambarkan kapasitas terpasang pembangkit berbasis energi tersebut saat ini berada di 16 WKP. Pada 2019 seluruh WKP mampu memproduksi setrum listrik hingga 13.978 Giga Watt Hour (GWh) dari 101,5 juta ton produksi uap.