Bulog Tegaskan Pasokan Pangan Aman Selama Masa Penanganan Corona

Operasi pasar untuk menjamin stabilitas harga pangan. (Foto: Bulog)

Jakarta – Perum Bulog menjamin pasokan pangan aman selama masa penanganan Covid-19. Stok pangan yang dikuasai oleh Perum Bulog sebesar Rp 1,6 juta ton setara beras di seluruh Indonesia dijamin kecukupannya.

“Bulog memiliki stok 1,6 juta ton setara beras yang tersebar di seluruh Indonesia dan 300 ribu ton ada di Gudang Bulog Kelapa Gading Jakarta, sehingga tidak ada alasan untuk harga beras naik selama masa penanganan Covid-19,” terang Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Bagya Mulyanto dalam rilis resmi Bulog.

Di samping itu, Perum Bulog juga menyediakan penjualan melalui daring dengan nama iPANGANDOTCOM melalui platform Shopee yang memudahkan konsumen untuk belanja tanpa perlu keluar rumah. iPANGANDOTCOM telah memiliki tujuh titik gudang pusat distribusi yang ada di Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Makasar, dan Yogyakarta.

“Bulog telah memberikan akses kemudahan bagi konsumen di seluruh Indonesia dengan penjualan daring. Di sana menjual lengkap bahan pangan mulai dari beras, gula, hingga mie instan yang semua gratis ongkir diantar sampai rumah,” lanjut Bagya.

Operasi Pasar

Selain memastikan keamanan jumlah stok beras yang tersebar di seluruh Indonesia, Perum Bulog juga selalu melakukan operasi pasar secara masif di seluruh wilayah kerja Perum Bulog demi menjaga stabilnya harga beras di tingkat konsumen.

Pemerintah melalui Perum Bulog melakukan optimalisasi kegiatan operasi pasar dalam rangka mencegah dan menangani terjadinya gejolak harga pangan, khususnya terkait kekhawatiran di masyarakat akibat pandemik virus Corona. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di lima pasar utama di Jakarta, yaitu Pasar Kramat Jati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Mampang, Pasar Koja, dan Pasar Tomang Barat.

“Sebagai tindak lanjut arahan Pak Presiden tentang pelaksanaan dan pemantauan ketersediaan komoditas pangan di masyarakat, Bulog menggelar operasi pasar agar masyarakat betul-betul melihat sendiri dan menjadi tenang,” kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.