Listrik Sepanjang Hari di Halmahera Tengah dan Luwu Timur

Pemasangan Listrik di Halmahera Tengah dan Luwu Timur (Foto: PLN)

Halmahera Tengah — Pada penghujung tahun 2019, PLN berhasil melistriki tiga desa di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, yaitu Desa Messa, Desa Kotalo, dan Desa Dotte. Dengan terlistrikinya ketiga desa tersebut, kini PLN telah berhasil melistriki 99,9% desa yang berada di Halmahera Tengah.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sofifi, Yusrizal menuturkan, ini merupakan komitmen PLN untuk menerangi pelosok Maluku Utara.

“Puji syukur, desa demi desa berhasil kami listriki. Komitmen kami untuk terus bekerja menerangi seluruh pelosok Maluku Utara,” tuturnya.

Untuk melistriki tiga desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 20,58 kilometer sirkit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 8,07 kms, dua buah Gardu Distribusi berkapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA), dan dua buah Gardu Distribusi berkapasitas 100 kVA.

Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara dalam sambutannya saat meresmikan penyalaan listrik di tiga Desa Dotte, (26/12) menyampaikan terima kasihnya kepada PLN yang telah berkontribusi menerangi desa-desa di Halmahera Tengah.

“Pemerintah daerah siap mendukung PLN untuk menyediakan infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Halmahera Tengah,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga memberikan bantuan biaya pasang baru untuk 241 kepala keluarga yang ada di tiga desa tersebut.

Tersambungnya listrik ketiga desa tersebut oleh PLN, memberikan dampak positif yang dirasakan oleh warga. Seperti yang dirasakan oleh Hasan (38), salah satu warga Desa Dotte.

Hasan mengungkapkan dengan tersambungnya listrik di desanya, usahanya memiliki potensi untuk bisa berkembang.

“Usaha kami memiliki potensi untuk bisa berkembang. Hasil tangkapan ikan bisa disimpan di dalam kulkas sehingga bisa bertahan lama. Desa kami menjadi lebih ramai dari sebelumnya, dengan adanya listrik aktifitas di malam hari bukan lagi menjadi penghalang. Anak-anak pun bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Listrik Sepanjang Hari

Saat ini, tidak hanya di Halmahera Tengah, masyarakat dari lima desa di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yaitu Desa Loeha, Desa Bantilang, Desa Tokalimbo, Desa Ranteangin, dan Desa Masiku, juga berbahagia menyambut Tahun Baru 2020. Pasalnya, lima desa tersebut kini dapat menikmati listrik sepanjang hari. Sebelumnya, 924 kk di lima desa tersebut hanya menikmati listrik selama 12 jam (pukul 18.00 – 05.00).

PLN membangun JTM sepanjang 45 kms untuk menyambungkan listrik dari wilayah Mahalona ke lima desa tersebut. Sebelumnya, desa tersebut dialiri listrik oleh PLN secara isolated dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Loeha.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Selatan, Syaiffudin mengungkapkan dengan beroperasinya JTM listrik yang disalurkan ke masyarakat menjadi lebih besar dan efisien.

“Dengan beroperasinya JTM tersebut, kini listrik yang bisa disalurkan ke masyarakat menjadi lebih besar dan lebih efisien. Kami pun memiliki potensi penambahan sebanyak 200 pelanggan, ini PLN sudah siap sambungkan listriknya,” terangnya.

Bupati Luwu Timur, Ir HM Thorig Husler menyampaikan rasa syukurnya karena kini listrik telah menyala 24 jam.

“Terimakasih atas penyalaan listrik 24 jam dari PLN sehingga masyarakat bisa lebih produktif, utamanya mendukung perkembangan di sektor pertanian dan perkebunan sehingga muaranya dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN juga memberikan bantuan penyambungan pasang baru listrik bagi 100 KK yang ada di desa Masiku Kec. Towuti Malili. Sementara, Yayasan Baitul Maal PLN juga menyerahkan bantuan senilai 5 juta rupiah untuk Guru Mengaji, Marbot Masjid, Siswa Kurang mampu dan Kaum Dhuafa.

PLN terus berupaya untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di seluruh pelosok negeri.