Utamakan Potensi SDM Lokal Hadapi Transisi Penambangan di 2020

Menteri ESDM bersama operator Minegem (Foto: Dirjen Minerba)

Tembagapura — Dalam kunjungan pertama kali ke PT Freeport Indonesia, Menteri ESDM, Arifin Tasrif didampingi oleh Bambang Gatot Ariyono selaku Direktur Jenderal Mineral dan Batubara beserta rombongan. Selepas meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Distrik Ilaga, rombongan langsung kembali ke Timika untuk langsung menuju Tembagapura, pada Sabtu (21/12/2019).

Perjalanan menuju Tembagapura, dilakukan dengan perjalanan darat akibat cuaca yang tidak mendukung untuk dilakukan perjalanan udara (menggunakan helikopter). Perjalanan darat ditempuh kurang lebih selama 2 (dua) jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 65 kilometer.

Sesampainya di Tembagapura, rombongan beristirahat sejenak sembari mendengarkan pengarahan terkait dengan safety induction di kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia. Tepat pada pukul 15.00 WITA rombongan kembali melakukan perjalanan menuju Tambang Terbuka Grasberg. Perjalanan diliputi cuaca berkabut sampai dengan puncak Grasberg yang berada di ketinggian 4207 mdpl. Meskipun tidak dapat melihat secara langsung tambang dan aktivitas di Grasberg, rombongan masih dapat mengetahui tentang sejarah atau kegiatan sehari-hari di Grasberg.

Melanjutkan perjalan dari Grasberg, diiringi hujan rombongan turun menuju Ruang Kontrol Minegem, sebuah pengoperasian peralatan tambang di bawah tanah secara otomatis. Secara langsung rombongan melihat bagaimana teknis pengoperasian alat tambang dengan teknologi mutakhir. Menariknya, pengoperasian Minegem ini banyak dikemudikan oleh operator perempuan. Sejak dioperasikan dari tahun 2017, operator perempuan mendominasi pengoperasian Minegem.

Salah satu operator saat ditanya Menteri ESDM mengungkapkan bahwa tidak sulit mengoperasikan Minegem.

“Tidak terlalu sulit Pak, karena kami sudah diajarkan dan dilatih sebelum boleh mengoperasikan ini”, ungkapnya.

Kunjungan diakhiri dengan berdiskusi dan sesi bebas antara Menteri ESDM, Arifin Tasrif dengan pegawai PT Freeport Indonesia.

“Tetap semangat ya, di sini udara dingin sehat-sehat ya dan tetap produktif,” ucap Arifin disertai tawa dari pegawai PT Freeport Indonesia.

Utamakan Potensi SDM Lokal

Dalam sesi diskusi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan pesan khusus kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait transisi penambangan dari tambang terbuka (open pit) Grasberg menuju tambang bawah tanah (underground mine). Arifin mengingatkan agar mengutamakan potensi sumber daya manusia asli Papua dalam menjalankan kegiatan pertambangan bawah tanah.

“Wilayah ini memiliki potensi sumber mineral yang sangat besar. Harus kita manfaatkan. Saya senang bila pekerjaan ini banyak dilakukan oleh putra-putri lokal dari Papua. Ini harus menjadi perhatian khusus dari manajemen Freeport untuk selalu membina, meningkatkan SDM (sumber daya manusia) yang ada,” ungkapnya.

Pemerintah, sambung Arifin, tengah melakukan diskusi dengan managemen PFTI terkait pengembangan SDM. “Kami ada program politeknik (pertambangan). Ini memfasilitasi SDM lokal yang nantinya bisa menjadi potensi andalan daripada industri pertambangan PTFI. Kita harus bisa bina agar menciptakan keharmonisan di masyarakat Papua. ini obsesi Pemerintah yang di dukung oleh undang-undang,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada sampai dengan tahun 2019, tenaga kerja langsung PT Freeport Indonesia sebanyak 6.943, terdiri dari tenaga kerja asing sebanyak 152 orang, dan tenaga kerja Indonesia sebanyak 6.791 orang.

Menteri ESDM juga menyoroti kelanjutan proses produksi PTFI yang akan dilakukan di tambang bawah tanah.

“Terkait kontinuitas produksi mining copper yang dilakukan oleh PTFI. Coba cari fast track dan penelitian-penelitian agar bisa mengurangi risiko yang bisa mengurangi hambatan produksi,” ungkapnya.

Salah satunya hambatan yang menjadi tantangan terbesar adalah terkait pemisahan air dengan dalam proses penambangan (wet max).

“Saya percaya dengan kemampuan PTFI yang sudah berkecimpung lama di dunia pertambangan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, mulai tahun 2020 sampai dengan 2023 direncanakan untuk dilakukan penambangan bawah tanah menggantikan Grasberg open pit, di wilayah DOZ, Big Gossan, DMLZ dan Grasberg Block Cave. Volume penambangan bawah tanah yang direncanakan pada tahun 2020 sebesar 96 ribu ton/hari, tahun 2021 sebesar 160 ribu ton/hari, tahun 2022 sebesar 216 ribu ton/hari, dan tahun 2023 sebesar 217 ribu ton/hari.