Kementerian ESDM Lakukan Uji Terap DME, Inovasi Mengurangi Impor LPG

Kegiatan sosialisasi uji terap DME di Muara Enim (Foto: Kementerian ESDM)

Muara Enim — Kementerian ESDM melalui Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”, Badan Litbang ESDM, melakukan uji terap pemanfaatan Dimethyil Ether (DME) sebagai bahan bakar rumah tangga dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Sumatera Selatan. Sosialisasi Uji Terap DME dilakukan di Kelurahan Air Lintang, Kabupaten Muara Enim, pada Sabtu, (28/12/2019)

Pelaksanaan uji terap DME sebagai bahan bakar rumah tangga dan UMKM ini sejalan dengan Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2013 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar DME.

Uji terap ini dilaksanakan selama satu bulan di beberapa titik lokasi di Sumatera Selatan, antara lain Kelurahan 13 dan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang sebanyak 73 konsumen; Kelurahan Air Lintang, Kabupaten Muara Enim sebanyak 47 konsumen, dan Desa Tegal Rejo, Kabupaten Tanjung Enim sebanyak 39 konsumen.

Paket yang dibagikan kepada setiap konsumen berupa kompor DME dan tabung DME ukuran 12 kg untuk UMKM dan tabung 5,5 kg untuk rumah tangga.

Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana dalam sambutannya mengungkapkan mengenai kelayakan DME untuk dikembangkan.

“Uji terap ini dilakukan untuk mengetahui apakah DME ini layak untuk di kembangkan dan dibuat dalam skala besar untuk masyarakat,” ujarnya

Inovasi Mengurangi Impor LPG

Pemanfaatan DME, lanjutnya, merupakan salah satu inovasi mengurangi impor liquified petroleum gas (LPG) yang saat ini telah lebih dari 70%. Pemerintah berharap, penggunaan DME akan mengurangi anggaran subsidi impor LPG dan menghemat devisa negara.

Selain dilaksanakan di Muara Enim, Sosialisasi Uji Terap DME juga dilaksanakan di kantor Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan pada 27 Desember 2019.

Kepala Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS” ,Setyorini Tri Hutami (Rini) menyampaikan bahwa DME sebagai bahan bakar ramah lingkungan telah diuji coba pada sektor rumah tangga, transportasi, industri, dan pembangkit listrik.

“Penelitian DME sebagai bahan bakar telah dilakukan oleh Kelompok Program Penelitian dan Pengembangan (KP3) Aplikasi Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS” dari tahun 2009. DME bisa bersumber dari gas alam, batubara maupun dari biomassa yang bersih dan ramah lingkungan yang diolah menjadi DME,” ungkapnya.

Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS” juga melakukan pengujian efisiensi kompor yg digunakan dan melakukan pengujian karakteristik gas DME.

Karakteristik fisik DME, lanjutnya, mirip LPG, yaitu berwujud gas dalam kondisi ruang. Sebagai bahan bakar, DME dapat dimanfaatkan secara langsung maupun dicampur dengan LPG serta dapat menggunakan infrastruktur LPG untuk penyaluran ke konsumen.

“Uji terap Bahan Bakar DME untuk sektor rumah tangga dan UMKM dimaksudkan untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap bahan bakar DME, kendala-kendala yang dijumpai oleh masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar DME,” pungkasnya.

Prospek pengembangan bahan bakar DME di Indonesia sangat menjanjikan karena ramah lingkungan dan bahan bakunya tersedia melimpah.