Pascakerusuhan, Pemulihan Listrik Wamena Kini Sudah 100 Persen

Plt Direktur PLN Sripeni Inten Cahyani memberikan apresiasi secara simbolis kepada pegawai PLN UP3 Wamena. (Foto: BUMN)

Wamena – Pascakerusuhan, listrik di Wamena berangsur-angsur mengalami pemulihan. Awal Oktober PT PLN (Persero) telah mamulihkan jaringan sepanjang 142 kms dari 180 kms (78%) dan menormalkan 114 gardu dari 142 gardu (80%) yang sebelumnya terganggu. Kini pemulihan kelistrikan di Wamena sudah mencapai 100% dalam jangka waktu kurang dari 12 hari.

Pasca aksi massa yang terjadi di Wamena menyebabkan kerusakan pada beberapa aset PLN. Untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di lokasi tersebut, PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) langsung memberangkatkan tim pemulihan. Sebanyak 45 personil yang terdiri dari pegawai PLN dan mitra kerja diterjunkan untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di lokasi tersebut.

“Sampai menunggu keadaan kondusif, kami fokus untuk mengoperasikan pembangkit terlebih dahulu. Ada jaringan yang putus dan gardu yang terganggu, sehingga beberapa lokasi tidak dapat penerangan,” papar General Manager PLN UIWP2B Ari Dartomo pada akhir September lalu.

Selain itu, PLN juga menyalurkan bantuan berupa bahan makanan dan pakaian kepada masyarakat korban kerusuhan Wamena di posko pengungsian Kodim 1702/Jayawijaya dan Posko Tongkonan Jayapura. Total bantuan yang diserahkan langsung mencapai Rp 160 juta rupiah. Bantuan sosial tersebut diberikan masing-masing senilai Rp 97 juta untuk Posko Kodim Jayawijaya dan Rp 66 juta untuk Poskos Tongkonan Jayapura.

“Selain kami fokus memulihkan kelistrikan di Wamena, kami rasa PLN juga perlu membantu masyarakat yan terdampak atas aksi massa itu. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi mereka,” imbuh Ari.

Mendapatkan Apresiasi

Menteri BUMN, Rini M Soemarno didampingi Plt Direktur PLN, Sripeni Inten Cahyani melakukan kunjungan ke kantor sementara PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Wamena. Kantor yang sempat terbakar akibat aksi massa pada 23 September 2019 lalu, saat ini bertempat di Jl. Yos Sudarso No 33, sebagai kantor sementara guna tetap melayani pelanggan.

Kegiatan diawali dengan laporan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Ari Dartomo. Ari memaparkan pemulihan kelistrikan di Wamena yang sudah 100% pulih dalam jangka waktu kurang dari 12 hari. Ia juga menambahkan bahwa seluruh pegawai pria terus melakukan pemulihan secara bertahap sehingga Wamena kembali terang.

“Pada hari kejadian listrik sempat padam, akibat beberapa jaringan yang mengalami kerusakan. Namun, dengan semangatnya teman-teman di lapangan sehingga kelistrikan di Wamena dapat pulih 100% di hari ke 12,” ujar Ari dalam paparan singkatnya ke Menteri BUMN di Wamena, Papua (8/10/2019).

Menteri BUMN pun menuturkan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar PLN UP3 Wamena yang sigap dalam melakukan pemulihan listrik di Wamena. Tanpa terkecuali, Menteri BUMN menjanjikan seluruh pegawai PLN UP3 Wamena diberikan apresiasi dalam bentuk tabungan serta kendaraan listrik.

“Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan semua yang telah mengemban tugas begitu baik. Kita ketahui bersama bahwa saat ini listrik memang menjadi faktor penting dalam kehidupan. Tanpa terkecuali di Wamena ini. Saya berharap gedung dan rumah dinas pegawai PLN Wamena dapat segera dibangun kembali” kata Menteri BUMN Rini M. Soemarno

Kegiatan kunjungan ini dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Kantor PLN UP3 Wamena oleh Menteri BUMN beserta Direktur Utama PLN. Bertempat di Jl. Yos Sudarso, diharapkan Kantor UP3 Wamena dapat segera terbangun.

Untuk internal pegawai dan keluarga pegawai UP3 Wamena yang juga merupakan korban kerusuhan 2 minggu lalu, PLN akan membuat program bernama “Komunikasi Personal untuk Kehidupan Lebih Baik”. Kegiatan yang akan diselenggarakan selama dua hari ini merupakan cara PLN untuk membantu melupakan kesedihan yang baru dialami para pegawai dan keluarga pegawai. Diharapkan setelah program tersebut mereka dapat lebih optimis untuk menyambut kehidupan ke depan yang lebih cerah.