Mewujudkan Bali Energi Bersih dan Hijau

Focus Group Discussion RUKD untuk mewujudkan Bali Energi Bersih dan Hijau. (Foto: USAID)

Bali- USAID ICED II bekerja sama dengan Universitas Udayana menciptakan rangkaian lokakarya untuk menyelaraskan Rancangan Peraturang Gubernur (Ranpergub) Energi Bersih, Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dan Rencana Umum Listrik Daerah (RUKD) untuk kebijakan nasional. Kegiatan pertama diadakan pada 14-15 Oktober 2019 di Bali dengan tema RUKD untuk Mewujudkan Bali Energi Bersih dan Hijau.

Kali ini, Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan, Sugeng Mujiyanto menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion menjadi pembicara (14/10/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng menyampaikan mengenai Overview Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebagai bahan masukan penyusunan RUKD Provinsi Bali.

“Target EBT sebesar 23% pada tahun 2025 bisa tercapai asal kita optimis dan mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkannya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,” jelasnya.

Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan demi penyempurnaan rancangan RUKD yang sedang disusun oleh Pemerintah Provinsi Bali. Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari pemerintah Bali, perusahaan pemerintah daerah, PLN, perwakilan kabupaten, Direktorat Jenderal Listrik (DJK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Universitas Udayana mengikuti lokakarya ini.

I Wayan Koster, Gubernur Provinsi Bali dalam pembukaan lokakarya mengemukakan rencananya untuk mengganti energi konvensional dengan gas serta energi baru terbarukan. “Saya membayangkan Bali menjadi provinsi energi bersih, mandiri dan berkelanjutan. Visi energi untuk Bali harus dapat memenuhi permintaan masyarakat, pariwisata dan industry,” jelasnya.

Koster menambahkan bahwa rencana kerja energi Bali dan roadmap dapat diwujudkan dan nantinya akan dimasukkan ke dalam RUKD. “Dibutuhkan keselarasan antara dokumen seperti RUKD, RUED dan kebijakan lainnya,” imbuhnya,

Energi Bersih dan Hijau

Kali ini, Bali menggandeng USAID Indonesia Clean Energy Development II (ICED II) dan Bali Center for Finance (BCSF) yang didirakan oleh OJK berkolaborasi dengan Universitas Udayana untuk mewujudkan visi Bali Energi Bersih dan Hijau.

Turut hadir dalam pembukaan diskusi adalah Prof. Ngakan Putu Gede Suardana, Dekan Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Profesor Suardana menyampaikan apresiasinya kepada USAID ICED II atas dukungannya untuk menyelenggarakan diskusi penyusunan RUKD Bali.

“Bali ingin memprioritaskan penggunaan energi terbarukan untuk pasokan listrik di masa depan, untuk itu perlu dimasukkan dalam RUKD Bali,” jelas Suardana.

USAID ICED II membantu Pemerintah Indonesia dalam menetapkan kebijakan, peraturan dan lingkungan insentif yang efektif untuk pertumbuhan rendah emisi di sektor energi, sementara secara bersamaan menarik investasi sektor publik dan swasta dalam pengembangan energi bersih.

Diskusi berikutnya akan diadakan pada bulan Desember 2019. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali akan mempresentasikan program energi bersih Bali baik program yang direncanakan maupun yang telah dilaksanakan termasuk pencapaian dan targetnya.