Dua Unit Sumur Bor Layanan Air Bersih Dibangun di Boyolali

Foto: Kementerian ESDM

Boyolali – Dua buah sumur bor kembali diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk daerah sulit air di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pekan lalu. Unit tersebut merupakan program yang masuk tahun anggaran 2019 di wilayah Kabupaten Boyolali sebanyak empat unit dari yang direncanakan.

Sumur bor tersebut di Kabupaten Boyolali hingga tahun 2019 telah berhasil dibangun 11 unit sumur bor, tersebar di tujuh kecamatan dan sepuluh desa/kelurahan, dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 608 ribu m3 per tahun, dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sekitar 27 ribu jiwa penduduk.

“Jumlah sumur bor di Kabupaten Boyolali tahun 2019 ini direncanakan sebanyak empat unit. Hingga saat ini sudah selesai dibangun sebanyak dua unit, terletak di Desa Tanjung dan Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali,” terang Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) M. Halim Sari Wardana melalui rilis Kementerian KESDM.

Halim berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat memberikan masnfaat sebesar-besarnya untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat di sekitar sumur bor pada khususnya.

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Totok Eko YP, yang mewakili Bupati Boyolali, menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan sumur bor di daerah sulit air di Kabupaten Boyolali. Kemarau panjang menyebabkan enam kecamatan dan 21 desa di Boyolali mengalami kekeringan. Ia berharap bantuan sumur bor tahun depan bisa diperbanyak lagi.

“Terima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah membantu pembangunan sumur bor yang sangat tepat dibangun di musim kemarau ini. Semoga bisa dilestarikan oleh masyarakat,” tutur Totok.

Perluas Akses Layanan Sumur Bor

Saat ini terdapat 17 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 40 juta orang kesulitan mendapat air bersih. Untuk mengatasi persoalan itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan memperkirakan butuh waktu ideal sekitar 16 tahun. Namun, pemerintah berkomitmen akan mempercepat waktu penyelesaian layanan air bersih dalam kurun waktu lima tahun saja.

Pentingnya akses air bersih bagi kehidupan menjadi komitmen utama Kementerian ESDM dalam mewujudkan energi berkeadilan. Tahun 2019 ini, urai Jonan, sudah ada sekitar 650 sumur bor air bersih yang digunakan untuk melayani sebanyak 2,5 juta warga. Tahun depan, Pemerintah menargetkan 1.000 sumur bor dimana satu sumur bor bisa melayani 3.000 hingga 4.000 jiwa.

Tugas layanan air bersih ini akan dijalankan oleh Badan Geologi yang merupakan salah satu unit kerja di bawah Kementerian ESDM. “Badan Geologi salah satu tugasnya adalah mengebor sumur air tanah. Kadang-kadang dalamnya bisa 150 meter sampai 200 meter untuk melayani air bersih bagi masyarakat,” jelas Jonan.

Sampai dengan Agustus 2019, Badan Geologi, Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2288 unit sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun, yang dapat melayani sebanyak kurang lebih 6,6 juta jiwa.