Seluruh Desa di Pulau Terdepan Natuna Kini Bisa Nikmati Listrik

Foto: Listrik Indonesia

Natuna – Kabupaten Natuna merupakan salah satu daerah perbatasan Indonesia, yang memiliki 154 pulau dengan 27 pulau berpenghuni. Tahun 2014 baru ada empat pulau yang terlistriki, yakni Natuna, Sedanau, Midai, dan Serasan, dengan rasio elektrifikasi sebesar 63 persen. Namun, seiring dengan program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah, PLN terus membangun infrastruktur kelistrikan di daerah setempat hingga elektrifikasi di Kabupaten Natuna kini mencapai 97 persen.

Hal ini ditandai dengan menyelesaikan penambahan infrastruktur kelistrikan di sepuluh pulau terdepan dan terluar antara lain: Subi, Laut , Sabang Mawang, Tanjung Kumbik, Sededap, Panjang , Kerdau, Batu Berian, Seluan, Selaut , dan 32 desa. Artinya saat ini seluruh desa di kabupaten Natuna telah menikmati listrik PLN.

Vice Presiden Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah dilansir dari laman Listrik Indonesia menjelaskan, meski tantangan dan hambatan untuk melistriki 10 pulau dan penambahan 32 desa tidaklah mudah namun berkat semangat dan energi optimisme PLN serta kerjasama yang baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah upaya untuk mewujudkan elektrifikasi di pulau terdepan dan terluar sebagai perbatasan negara secara nyata dapat diwujudkan.

Selain itu,dalam rangka ikut serta berkontribusi menjaga kedaulatan negara, PLN tengah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di Pulau Sakatung yang terletak di ujung utara Natuna sebagai pulau terdepan batas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memberikan penerangan penjagaan di batas negara. “Meski daya terpasang listrik yang disiapkan untuk melistriki pulau Sakatung tidaklah besar, saya optimis untuk saat ini cukup membantu memberikan cahaya penerangan dimalam hari sehingga satuan tugas pengamanan tapal batas negara bertugas semakin lancer,” terangnya.

Mendorong Geliat Ekonomi Masyarakat

Sejak PLN menambah pasokan listrik bertenaga diesel sebesar 9.500 killo Watt di tiga lokasi yaitu di Ranai tahun 2015 sebesar 4.000 killo Watt selanjutnya di Pian Tengah dan Klarik pada tahun 2018 dengan kapasitas masing-masing sebesar 5.000 dan 500 kW, geliat ekonomi mulai tumbuh di daerah tersebut.

Pertumbuhan ekonomi di pulau Natuna ditunjukkan dengan bermunculan perusahaan cool storage atau biasa disebut perusahaan penyimpanan dan pengolahan ikan hasil tangkapan nelayan. Sejak 2015 hingga saat ini sudah ada tujuh cool storage yang dibangun dan menjadi pelanggan PLN, ketujuh pelanggan tersebut mempunyai daya terpasang sebesar 2.938,5 kVA.

Selain menambah daya mampu pasokan listrik, PLN juga berhasil menghubungkan ketiga pembangkit dalam satu sistem interkoneksi 20 kV Natuna dan menambahkan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) hingga menjadi 320 kms, tinggal sekitar 40 kms lagi akan membentuk jaringan tertutup (Loop). PLN optimis seiring penyelesaian insfrastruktur jalan yang sedang dibangun maka untuk mewujudkan sistem kelistrikan jaringan tertutup (loop) akan segera terwujud.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian bahwa penyiapan insfrastruktur kelistrikan di pulau Natuna akan meningkatkan daya tarik investor untuk berinvestasi. Meskipun secara geografis berada di perbatasan dengan negara Malaysia dan China, upaya PLN untuk membangun dan menambah infrastruktur kelistrikan tidak akan menurun,” jelas Dwi Suryo.