Resmikan 6 Titik BBM Satu Harga di Kepulauan Nias, Arcandra: Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Foto: KESDM

Nias Selatan – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar meresmikan 6 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dipusatkan di Gunung Sitoli, Kepulauan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (26/9/2019). Lembaga penyalur BBM Satu Harga yang dilakukan oleh Wamen Arcandra ini merupakan titik ke 152 hingga 157, dari total 170 titik yang akan dibangun tahun ini.

Adapun yang diresmikan hari ini adalah 2 Penyalur BBM Satu Harga di Kecamatan Lolowau dan Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara; 1 penyalur di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; 1 penyalur di Kecamatan Safan, Kabupaten Asmat, Papua; 1 penyalur di Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara; dan 1 Penyalur BBM 1 Harga Kecamatan Pulau Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku.

“Peresmian 6 lembaga penyalur BBM Satu Harga ini berlokasi di Kepulauan Nias Selatan, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Asmat, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” jelas Arcandra dalam rilis resmi Kementerian ESDM.

BBM Satu Harga, menurut Arcandra, merupakan sarana untuk menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, sehingga akan memberikan multiplier effect terhadap kemandirian ekonomi di daerah. Selain itu, BBM Satu Harga juga membuktikan negara hadir di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sehingga masyarakat yang tinggal di wilayah 3T mendapatkan akses BBM yang sama seperti dengan masyarakat yang tinggal di Pulau-pulau besar seperti Jawa, Bali dan Sumatera.

Dilanjutkan Hingga 500 Titik

Sebanyak 170 Lembaga Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selesai bulan Oktober 2019. Selanjutnya, program ini akan dilanjutkan hingga mencapai 500 titik Lembaga Penyalur. Pemerintah memastikan tetap berkomitmen mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) melalui program BBM Satu Harga, karena program ini merupakan program prioritas Nasional untuk menyediakan BBM bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan harga yang sama.

Arcandra memastikan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Program BBM Satu Harga juga tersedia dengan baik sehingga dipastikan tidak akan ada kekosongan pasokan BBM.

Menambahkan, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak Dan gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan, untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tidak bisa dilepaskan dari tiga hal, yaitu keadilan ketersediaan, keadilan distribusi dan keadilan harga.

“Program BBM Satu Harga merupakan wujud nyata dari ketiga hal tersebut, karena tidak akan ada keadilan harga jika tidak ada keadilan distribusi dan ketersediaan,”ujar Fansurullah.

Dijelaskannya, program BBM Satu Harga merupakan upaya nyata dari pemerintah untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tahun 2017 telah dibangun sebanyak 57 penyalur, sementara tahun 2018 sebanyak 74 penyalur. Untuk melengkapi menjadi 170 titik sesuai yang ditargetkan, tahun 2019 dibangun 39 Lembaga Penyalur.