Pengisi Jabatan Dirut PLN Disiapkan, dari Internal hingga Eksternal

Pelaksana Tugas Dirut PLN Djoko Rahardjo Abumanan. (PLN)

Jakarta – Kursi pimpinan PT PLN (Persero) yang sempat kosong saat ini diisi oleh Djoko Rahardjo Abumanan dengan status Pelaksana Tugas Dirut PLN setelah Sofyan Basir tersandung kasus korupsi. Namun, pemerintah sudah mengantongi beberapa calon, baik dari internal maupun eksternal.

Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putri, pemilihan Dirut PLN yang definitif masih dalam proses. Pemerintah, ujarnya, akan bersikap hati-hati dalam memilih sosok yang tepat untuk memimpin PLN.

“Yang jelas memenuhi syarat, ada assesment center, independent yang meng-asses awal, ada uji kelayakan dan kepatutan,” imbuhnya.

Menurut keterangan Imam, kandidat dari sisi internal memiliki banyak nama. Jajaran direksi PLN saat ini yang dianggap cukup kuat untuk mengisi kursi tersebut. “Saya rasa kalau jadi direksi PLN capable semua. Tinggal cari leadership paling bagus, tinggal ditimbang-timbang,” ujar Imam.

Dirut Tidak Harus dari Internal PLN

Sementara itu, pemerhati kelistrikan Supriadi Legino beranggapan bahwa posisi Dirut PLN tidak harus diisi dari pihak internal PLN, asalkan mengerti bidang kelistrikan dan mau mencalami secara baik, serta jiwa kepemimpinannya harus ada dalam pengabdian.

“Listrik itu suatu barang yang nyata, namun tidak seperti benda yang bisa disentuh. Orang yang tidak mengerti listrik, akan sulit mendalami bidang ini,” jelasnya.

Supriadi menekankan, sosok yang dipilih pemerintah harus memiliki sense of art. Menurutnya, sosok yang dipilih pemerintah biasanya memiliki beban politik, namun jangan sampai mengorbankan profesionalisme. Ia menambahkan, tidak masalah jika pun sosok yang dipilih bukan orang PLN dan tidak mengerti kelistrikan, asalkan orang tersebut harus paham diri. Minimal, lanjutnya, dia harus menggandeng orang-orang yang paham betul soal listrik dan PLN di kanan dan kirinya.

“Orang-orang itu juga tidak boleh seorang yes man, atau orang yang manut. Melainkan orang-orang yang bisa mengisi kelemahan Dirut PLN tersebut,” tambah dia.