Dinas ESDM Jabar Kerja Sama Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik dengan PPSDM KEBTKE

Peserta menjalani uji kompetensi tenaga teknik bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang difasilitasi oleh International Copper Association Southeast Asia (ICASEA), bersamaan dengan acara penandatanganan perjanjian kerja sama sertifikasi kompetensi tenaga teknik antara Dinas ESDM Jabar dengan PPSDM KEBTKE, Senin (8/7/2019). (Foto: Listrik Indonesia)

Jakarta – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat teken perjanjian kerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) terkait sertifikasi kompetensi tenaga teknik, Senin (8/7/2019).

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengungkapkan, kegiatan sertifikasi ini merupakan salah satu bentuk perhatian yang serius dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjawab kurangnya jumlah tenaga teknik tersertifikasi di bidang ketenagalistrikan.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah masih kurangnya ketersediaan tenaga teknik dalam bidang ketenagalistrikan yang tersertifikasi. Hal ini mengakibatkan resiko bahaya akibat tidak terpenuhinya keselamatan ketenagalistrikan di dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Untuk itu, imbuh Bambang, diperlukan SDM yang mampu bekerja secara profesional dan kompeten di bawah iklim dan regulasi ketenagalistrikan yang dinamis.

“Dengan tersertifikasinya tenaga teknik, memberi kepastian kepada kita semua bahwa yang menggunakan listrik, yang memanfaatkan listrik di Jawa Barat ini betul-betul dalam posisi save,” terangnya dalam portal Listrik Indonesia.

Bersamaan dengan acara penandatangan perjanjian kerja sama ini, dimulai pula uji kompetensi untuk 50 peserta uji kompetensi tenaga teknik bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang difasilitasi oleh International Copper Association Southeast Asia (ICASEA).

Sertifikasi Buktikan Kemampuan SDM

Kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di subsektor ketenagalistrikan terus meningkat seiring dengan perkembangan industri di sektor ini. Untuk itu, diperlukan SDM yang memiliki kompetensi dan jam terbang yang memadai di bidang keselamatan ketenagalistrikan.

Kepala Pusat PPSDM KEBTKE mengatakan bahwa sejatinya uji kompetensi tenaga teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Undang-Undang tentang Ketenagalistrikan pasal 44 ayat 6 menyatakan bahwa setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi,” ujar Wawan Supriatna di Jakarta.

Selanjutnya, imbuh Wawan, Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2018 tentang Tata Cara Akreditasi dan Sertifikasi ketenagalistrikan menyatakan bahwa tenaga teknik ketenagalistrikan yang bekerja pada usaha ketenagalistrikan wajib memiliki Sertifikat Kompetensi yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi.

“Sertifikasi betul-betul membuktikan kemampuan seseorang sesuai dengan yang sudah diisyaratkan,” lanjutnya.