PLN Sulselrabar Pastikan Listrik Aman, Lebaran Jadi Nyaman

PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar melakukan upaya untuk memastikan pasokan listrik masyarakat Sulawesi aman saat Lebaran. (Foto: esdm.go.id)

Sulawesi – PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) melakukan upaya untuk membuat pasokan listrik di Pulaiu Sulawesi saat Idulfitri tanggal 5 Juni dalam kondisi aman. Upaya ini dilakukan supaya masyarakat setempat bisa merayakan Lebaran dengan nyaman.

Sebagai dupaya untuk memastikan kesiapan pasokan listrik kepada masyarakat, PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar telah menyiapkan posko sebanyak 288 unit dan 2.555 personil dengan sarana dukungan 43 unit gardu bergerak, mobil crane sebanyak 15 unit, mobil pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) lima unit, dan mobil pelayanan teknis (yantek) 245 unit serta motor yantek 129 unit.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad menegaskan hal yang sama, bahwa kondisi sistem Sulawesi terbilang aman. Ia sangat mengapresiasi petugas PLN yang terus bekerja meski yang lain tengah cuti bersama dan menikmati libur hari raya.

Pihaknya berpesan supaya objek vital seperti Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sulselrabar ini dapat dijaga keamanannya.

“Sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu, khususnya menjelang hari raya Idulfitri ini,” terang Munir saat melakukan kunjungan kerja ke PT PLN UP2B Sulselrabar dan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Sulselrabar, Senin (3/6/2019).

Sebagaimana laporan PT PLN, daya mampu pasok seluruh sistem Sulawesi pada tanggal 5 Juni diprediksi sebesar 2.118 MW dan dengan beban puncak sebesar 1.313 MW, sistem masih memiliki cadangan sebesar 805 MW. Adapun rinciannya kondisi kelistrikan di Sistem Sulawesi Bagian Selatan, daya mampu 1.525 MW, beban puncak 884 MW, dan cadangan sistem 641 MW.

Untuk Sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo, daya mampu 486 MW, beban puncak 352 MW, dan cadangan sistem 134 MW. Sedangkan untuk sistem Sulawesi Tenggara, daya mampu pasok 107 MW, beban puncak 77 MW, dan cadangan sistem 30 MW.