Kurangi Dampak Negatif Emisi dengan Gasoline Setara Euro 4, KESDM Uji Jalan Jakarta-Tegal

Kementerian ESDM melalui PPPTMGB “LEMIGAS” mulai menggelar uji jalan bahan bakar gasoline (bensin) setara Euro 4. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta – Kementerian ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) “LEMIGAS” mulai menggelar uji jalan bahan bakar gasoline (bensin) setara Euro 4. Sebanyak tiga unit mobil berhasil menuntaskan jarak sepanjang 21.000 KM dengan rute tempuh Jakarta – Tegal, Jawa Tengah.

Uji jalan ini terbagi dalam tiga rute dan tahapan. Rute pertama yaitu Jakarta – Bogor – Pandeglang – Serang – Cilegon – Jakarta. Rute kedua menempuh kota Jakarta – Cikampek – Bandung – Jakarta. Sementara, rute terakhir meliputi Jakarta – Cikampek – Cirebon – Tegal – Jakarta.

Kepala PPPTMGB “LEMIGAS” Setyorini Tri Hutami mengatakan uji jalan ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian kualitas bahan gasoline setara Euro 4 terhadap kinerja mesin berbahan bakar bensin kendaraan bermotor, komponen mesin dan minyak pelumas dan untuk mendapatkan produk baru gasoline berkarakteristik setara Euro 4.

“Dan untuk menghasilkan emisi gas buang yang memenuhi standar Euro 4,” ujar Setyorini saat turut serta mengikuti uji jalan di pos pemberhentian di Desa Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (20/6/2019).

Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Aplikasi sendiri telah menyelesaikan pengujian karakteristik bahan bakar uji utama dan bahan bakar uji pembanding, pengujian emisi standar Euro serta menguji kinerja Chasis Dynamometer dan pemeriksaan minyak pelumas pada kondisi 0 km, 10.000 km dan 20.000 km.

“Uji jalan ini memerlukan waktu tiga bulan dan diharapkan rampung pada akhir bulan Agustus 2019. Tim akan bergerak dari Kudus untuk menyelesaikan jarak tempuh yang ditargetkan,” kata Setyorini.

Mengurangi Dampak Negatif Emisi

Sebelumnya, akomodasi spesifikasi BBM setara dengan EURO 4 milik Eropa ini telah memiliki standar yang diatur melalui Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 0177.K/10/ DJM.T/2018 tanggal 6 Juni 2018. Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Soerjaningsih mengemukakan bahwa penetapan standar dan mutu jenis bensin (gasoline) RON 98 ini juga untuk menjawab kebutuhan konsumen agar tersedianya BBM dengan kadar sulfur rendah, setara dengan Euro 4 yaitu di bawah 50 ppm.

“Dengan adanya aturan baru ini, maka seluruh Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Umum BBM wajib mematuhi spesikasi maksimum kadar sulfur 50 ppm dalam hal penjualan BBM di dalam negeri untuk jenis bensin RON 98 ,” tambah Soerja.

Dengan kandungan sulfur yang dibatasi semakin rendah, katanya, maka dampak negatif terhadap emisi yang dihasilkan juga diharapkan dapat semakin berkurang. Ini merupakan bukti dukungan Pemerintah serta inovasi dalam penyediaan BBM yang berkualitas, baik dari segi performa dan dampaknya terhadap lingkungan hidup.

Sesuai dengan namanya, Euro 4, negara-negara Eropa merupakan kiblat awal penetapan spesifikasi BBM yang lebih memperhatikan faktor yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan, seperti sulfur. Eropa sendiri sudah lebih dulu maju hingga sudah menerapkan standar EURO 5. Sementara negara-negara di Asia umumnya sudah menetapkan standar setara Euro 4.

Indonesia sendiri terbilang cukup tertinggal dalam penerapan standar setara Euro 4 dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Hal ini disebabkan selain mempertimbangkan kualitas, pemerintah perlu mempertimbangkan segi kuantitas bahan bakar, di mana volume kebutuhan bahan bakar di Indonesia termasuk tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Faktor lain yang tidak kalah berperan dalam menentukan langkah gerak kebijakan pemerintah dalam penetapan spesifikasi BBM adalah kemampuan kilang dalam negeri (sisi penyediaan), kemampuan teknologi, serta kebutuhan dan kemampuan konsumen dalam membeli BBM yang kualitasnya setara dengan Euro 4.