Dukung Capaian SDG7 dengan Program Energi Berkeadilan

Rombongan Delegasi Republik Indonesia hadir pada pertemuan The Clean Energy Ministerial (CEM10) and Mission Innovation (MI4) di Canada Place, Vancouver Convention Center West, Kanada. (Foto: ebtke.esdm.go.id)

Vancouver – Dalam pertemuan The Clean Energy Miniterial (CEM10) and Mission Innovation (MI4) di Canada Place, Vancouver Convention Center West, Kanada, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) F.X. Sujiastoto berkesembapatan memipin Delegasi Republik Indonesia (Delri). Dalam kesempatannya, Dirjen Toto menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia memberi perhatian penuh terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

CEM/MI yang berlangsung pada 27-29 Mei ini merupakan pertemuan tahunan tingkat menteri yang bertujuan untuk mempercepat transisi global menuju energi bersih, membantu menurunkan emisi, meningkatkan keamanan pasokan energi jangka panjang, menyediakan akses energi, dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi, serta menunjukkan tindakan nyata sebagai tindak lanjut Paris Agreement.

Forum ini juga bertujuan mempercepat inovasi global di bidang energi bersih dengan melipatgandakan pendanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi bersih selama lima tahun ke depan untuk mendorong partisipasi swasta dalam teknologi energi bersih.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Toto menyampaikan bahwa pihaknya memberi perhatian serius terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG No 7 yaitu “Ensure access to affordable, reliable, sustainable and modern energy for all”, yang sejalan dengan program Nawacita Presiden RI. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian ESDM melaksanakan program energi berkeadilan yang bertujuan menyediakan energi yang berkelanjutan dan terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap agar CEM dapat menjadi sarana berbagai pengalaman terkait kebijakan dan kepemimpinan, berbagai perkembangan teknologi energi, serta mampu memberikan arah secara global pengelolaan energi di masa datang,” terangnya.

Peran Anggota CEM Dalam Pengembangan Energi Bersih

Di samping itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Kanada Amarjeet Sohi menjelaskan, terdapat empat hal yang menjadi prinsip dalam mengembangkan energi bersih, yaitu melistriki masyarakat dengan energi bersih dari pembangkit listrik berbasis EBT; lebih banyak menggunakan energi terbarukan; melistriki dunia dengan mengembangkan sumber daya yang dimiliki; dan meningkatkan budaya hemat energi.

“Keempat prinsip itu sejalan dengan berbagai upaya yang telah dijalankan oleh Pemerintah Indonesia yang terus berusaha meningkatkan peran EBT hingga mencapai target pengembangan dan bauran energi 23% pada tahun 2025,” imbuh Dirjen Toto.

Executive Director of International Energy Agency (IEA) Fatih Birol menyebutkan, terdapat ketidaksesuaian antara ambisi untuk mengatasi perubahan iklim dengan tren pengembangan energi bersih di dunia.

Kendati pengembangan solar PV meningkat, jelas Fatih, namun angka penurunan karbon dari pembangkit tenaga listrik tidak menurun. Untuk itu, pemerintah negara-negara anggota CEM memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan.

“Terutama dalam investasi pengembangan energi bersih, serta memformulasikan kebijakan yang tepat, yang mampu membangun investasi pengembangan energi bersih,” tutur Fatih.