PT Timah dan P3GL Kerja Sama Tingkatkan Cadangan Timah Nasional

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM bersama PT Timah bekerja sama dalam melakukan survei seismik di Perairan Riau dan Kepulauan Riau. (Foto: esdm.go.id)

Jakarta – Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Kementerian ESDM bersama PT Timah bekerja sama dalam melakukan survei seismik di Perairan Riau dan Kepulauan Riau. Kerja sama tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan cadangan timah nasional, khususnya di wilayah perairan lepas pantai.

“Peningkatan potensi cadangan ini dilakukan melalui upaya eksplorasi di luar wilayah izin usaha pertambangan, serta peningkatan capacity building para tenaga ahli P3GL,” tutur Hedi Hidayat saat penandatanganan kerja sama dengan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Trenggono Sutioso di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Kepala P3GL itu menyampaikan, kegiatan survei seismik ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kerja sama yang sudah dilakukan sejak 23 Januari 2017. Pada kerja sama awal, P3GL dan PT Timah telah menyusun Road Map (Peta Jalan) Survei Bersama P3GL – PT Timah 2018-2022 sebagai acuan perencanaan kegiatan eksplorasi ke depan di sekitar jalur timah (tin belt).

Survei seismik pada tahap awal nantinya, sambung Hedi, akan dilakukan selama satu bulan menggunakan kapal Geotin 2 milik PT Timah. Survei ini menggunakan metode seismic single channel untuk mengakuisisi lintasan sepanjang 1.450 km. Tim P3GL juga akan melakukan pengeboran untuk mencari ketebalan sedimen yang diduga mengandung timah dan mencari potensi sumber daya, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi.

Metode tersebut bertujuan agar interpretasi data dapat lebih akurat. Pada akhir survei diharapkan dapat menambah luasan WIUP PT Timah di wilayah perairan yang akhirnya dapat menambah potensi cadangan timah secara nasional.

Hedi menyebutkan, P3GL sendiri telah memiliki data awal berdasarkan survei seismik di paparan Sunda, menggunakan Kapal Riset Geomarin I, termasuk wilayah perairan Kepulauan Riau. PT TImah dan P3GL akan bersama-sama melakukan interpretasi ulang data seismik tersebut agar dapat menentukan lokasi usulan survei umum untuk menghemat waktu dan biaya eksplorasi.

Sementara itu, Trenggono berharap kerja sama ini mampu meningkatkan jumlah sumber melalui penambahan luasan lokasi IUP PT Timah di laut yang sekarang seluas 184.400 hektar.

“Kerja sama ini juga diharapkan mampu meningatkan jumlah sumber daya termasuk cadangan timah, yang awalnya sebesar 796.000 ton, termasuk di antaranya cadangan timah di laut sebesar 50.000 ton,” ungkapnya.