Pentingnya Energi Bagi Ketahanan Nasional

Energi merupakan salah satu faktor penting bagi ketahanan nasional. (Foto: esdm.go.id)

Jakarta – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) F.X Sutijastoto mengungkapkan bahwa energi merupakan salah satu faktor penting bagi ketahanan nasional. Menurutnya, rakyat harus bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh ketahanan air, pangan, dan energi.

Dirjen Toto menyebutkan ada tiga pilar yang menjadi landasan berbagai negara untuk menetapkan kebijakan energinya. Pertama, ketahanan energi yang berkaitan dengan bagaimana menjaga pasokan energi. Kedua, energi berkeadilan yang berkaitan dengan bagaimana energi dapat menyejahterakan masyarakat, serta bagaimana masyarakat bisa mengakses energi modern, bersih, dan berkelanjutan. Ketiga, environmental sustainability, di mana pengembangan energi harus memperhatikan lingkungan demi kestabilan kondisi ekonomi.

Saat ini, Idonesia tengah berupaya melakukan penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW. Pemenuhan target tersebut akan dilakukan dengan memerhatikan aspek lingkungan, penggunaan berbagai sumber, baik energi berbahan dasar fosil maupun energi terbarukan, dan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan energi.

‚ÄúDalam bentuk akses listrik, kita mengupayakan agar bagaimana semua masyarakat mendapatkan akses listrik. Ini yang kita bantu dengan APBN. Jadi APBN Kementerian ESDM itu hampir 60% kembali ke masyarakat,” ujar Dirjen Toto.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi pengembangann energi terbarukan, khususnya tenaga angin yang cukup besar, terutama di kawasan pesisir hingga mencapai 950 MW. Pengembangan ini mampu menunjang tujuan untuk meningkatkan efisiensi energi secara nasional.

“Saat ini sedang dibangun pembangkit listrik tenaga angin yang kapasitasnya mencapai 120 MW, di Yogyakarta dan Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Kemandirian Energi

Secara terpisah, Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ilmu Teknologi Militer dan Siber Mayjen Hafil Fuddin menegaskan, Indonesia harus mandiri dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai ancaman.

“Kita harus mandiri, mampu memproduksi sendiri untuk meningkatkan daya saing. Jangan ada campur tangan asing,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Pemerintah juga memiliki kebijakan yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.

Hafil mengatakan pentingnya dukungan semua komponen bangsa untuk mendukung kemandirian energi. Namun di sisi lain ia mengingatkan, intervensi asing jangan sampai merongrong kepentingan nasional. “Tidak boleh ada intervensi asing. Kita harus memperhatikan dampak lingkungan dari pengembangan energi terbarukan,” tegas Hafil.