Menteri Jonan Siapkan Putra-putri Papua Kelola Freeport Tahun 2041

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengharapkan putra-putri Papua kelak bisa mengelola tambang PT Freport Indonesia di tahun 2041. (Foto: esdm.go.id)

Papua – Indonesia diperkirakan akan sepenuhnya mengelola PT Freeport Indonesia (PT FI) di tahun 2041 pasca akuisisi 51% sahamnya oleh PT Inalum. Dalam kurun waktu 20 tahun untuk belajar besama operator tambang saat ini, Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap agar kesempatan ini dimanfaatkan oleh putra-putri Papua supaya kelak menjadi pimpinan di PT FI.

“Dalam proses ini adalah proses bagaimana putra-putri bangsa, terutara putra-putri Papua itu belajar mengelola tambang yang sedemikian hebat, kompleks, dan rumit. Ini mungkin termasuk kegiatan pertambangan bawah tanah yang paling kompleks di dunia,” papar Jonan dalam portal resmi Kementerian ESDM, Jumat (3/5/2019).

Kelak, sambung Jonan, anak-anak yang kini masih mengenakan seragam merah putih dan para remaja mungkin saja bisa menjadi pemimpin dan mengelola PT FI sepenuhnya. Sehingga, proses belajar ini sangat diperlukan agar putra-putri Papua siap di masa depan. Secara teknologi menurut pandangannya, anak-anak bangsa mampu, namun secara disiplin mereka harus belajar bagaimana mengelola keselamatan dan keamanan kerja semaksimal mungkin.

“Operasi ini kan berjalan setiap hari, setiap jam, setiap detik. Nah memang konsistensi ini yang amat sangat diperlukan. Kita kalau bicara atau secara teori, bapak-bapak yang di pertambangan ini bisa. Tapi penerapan secara konsistensi ini yang amat sangat dibutuhkan. Ini kita punya waktu 20 tahun,” sambungnya.

Jaga Bersama Kelestarian Lingkungan

Dalam menjawab permasalahan sebagian masyarakat Papua yang mengkhawatirkan tambang Freeport akan habis saat diserahkan sepenuhnya kepada Indonesia, Jonan menyampaikan, apabila dilakukan kegiatan operasi pertambangan dengan kapasitas yang sama seperti saat ini yaitu sekira 3 juta ton per tahun, maka setelah tahun 2041 Freeport masih bisa ditambang hingga 15 tahun.

“Tapi jika kegiatan eksplorasi itu mendapatkan cadangan baru, maka tidak akan habis ditambang hingga 100 tahun lebih,” pungkasnya.

Selanjutnya, Jonan meminta kepada seluruh pihak untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitar wilayah tambang. Masyarakat diimbau supaya tidak mewariskan kerusakan lingkungan kepada generasi anak cucu.