Litbang KEBTKE Siapkan Konsep Pasokan PLTS di Area Bekas Tambang

P3Tek KEBTKE Kementerian ESDM tengah menyiapkan konsep pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area bekas tambang milik PT Timah, Tbk. (Foto: esdm.go.id)

Jakarta – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) Kementerian ESDM sedang menyiapkan konsep pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area bekas tambang milik PT Timah, Tbk.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Dadan Kudiana mengatakan, setelah melakukan observasi, pihaknya akan mencoba mengimplementasikan PLTS pada kegiatan produksi PT Timah di Kampung Reklamasi Air Jangkang di Pulai Bangka, Riau.

Menurutnya, pembangkit berbasis surya tersebut akan menjadi pilot project di wilayah bekas tambang. Hal ini bisa dijadikan sebagai percontohan bagaimana pembangunan PLTS dikerjakan pada skala lebih besar.

“PLTS ini akan dijadikan sebagai salah satu unit usaha penyediaan tenaga listrik, mengingat biaya pokok penyediaan pembangkitan di daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, sebesar Rp. 2.681/kwh,” tuturnya dalam siaran pers Humas Kementerian ESDM, Jumat (3/5/2019).

Kampung Reklamasi Air Jangkang merupakan wilayah bekas penambangan PT Timah seluas 31 hektar yang kini direklamasi menjadi taman rekreasi keluarga dan agrowisata dengan beragam fasilitas penunjang bagi wisatawan.

“Listrik memang menjadi kendala di Provinsi Bangka Belitung karena masih banyak daerah yang belum terjangkau listrik PLN, sehingga beberapa daerah masih menggunakan genset,” kata Dadan.

Program Audit Energi

“Upaya konservasi energi dari sinar surya di lahan bekas tambang dinilai sebagai salah satu praktik efisiensi energi. Mandatori inilah yang bakal dieksekusi oleh BLU P3Tek KEBTKE dalam melaksanakan program audit energi,” tambah Dadan.

Proses tersebut diperlukan lantaran kecenderungan biaya energi semakin lama semakin meningkat. Jika dibiarkan, maka akan memengaruhi manajemen perusahaan.

Dadan melanjutkan, BLU P3Tek KEBTKE akan mengukur dan memantau penggunaan energi, identifikasi biaya energi, mengelola risiko hingga memberikan sejumlah rekomendasi terkait peningkatan efisiensi. Dengan begitu, kegiatan operasi produksi PT. Timah dapat berjalan seefisien mungkin.

“Kami akan merekomendasikan prosedur peralatan yang efisien dan memberikan analisis atas dampak penggunaan energi terhadap lingkungan sekitar. Mudah-mudahan ini dapat membantu kegiatan produksi PT Timah lebih efisien,” harapnya.