Empat WK Migas Diminati Berbagai Perusahaan saat Dilelang

Wakil Menteri Arcandra Tahar saat mengumumkan pemenang penawaran WK Migas Tahap I Tahun 2019 di Ruang Damar Gedung Kementerian ESDM, Selasa (7/5/2019). (Foto: esdm.go.id)

Jakarta – Pemerintah telah melelang lima Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahap I Tahun 2019 dengan mekanisme Lelang Reguler yang dilaksanakan mulai 25 Feburari – 25 April 2019. Dari lima WK Migas yang dilelang tersebut, empat WK Migas diminati oleh berbagai perusahaan.

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, hal ini menunjukkan masih diminatinya investasi sektor hulu migas Indonesia, terutama dengan diterapkannya skema bagi hasil gross split. Dari lima blok yang ditawarkan (WK Anambas, WK West Ganal, WK West Kaimana, WK Selat Panjang, dan WK West Kampar), empat diminati oleh beberapa perusahaan.

“Namun demikian, ada satu blok yaitu West Kampar yang membutuhkan waktu lebih untuk mengevaluasi karena ini waktunya singkat, yakni dua bulan. Karena membutuhkan waktu lebih, kita akan tender ulang,” ujar Arcandra usai mengumumkan pemenang penawaran WK Migas Tahap I Tahun 2019, Selasa (7/5/2019), disadur dari laman resmi Kementerian ESDM.

Lebih lanjut, pemerintah akan segera kembali melelang dua WK migas, yaitu West Ganal dan West Kaimana. Seperti pemenang-pemenang lelang lainnya, pemerintah berharap akan mendapatkan penawaran lebih tinggi dari jumlah yang ditawarkan. “Selain akan melelang dua blok, WK West Ganal dan WK West Kaimana, pemerintah juga akan melelang beberapa blok WK Migas lainnya. Semoga dalam lelang tahap II nanti yang dua tadi sudah bisa ditentukan pemenangnya. Jadi mohon bersabar, besok akan kita lelang,” sambung Arcandra.

Iklim Migas Indonesia Menarik Investor

Iklim investasi migas Indonesia khususnya di sektor hulu, lanjutnya, menunjukkan tren yang menarik bagi investor terutama sejak mulai diberlakukannya skema bagi hasil gross split. Perubahan sistem kontrak ke gross split merupakan kebutuhan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain dalam menarik investor. Dengan sistem gross split di mana proses administrasinya lebih sederhana, biaya investasi efisien dan regulasi yang memberi kepastian, mampu meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor terhadap iklim investasi migas di Indonesia.

Arcandra menyebutkan, tercatat selama 2017-2018, sebanyak 14 wilayah kerja migas berhasil dilelang dengan sistem gross split. Kemudian sejumlah blok-blok migas terminasi yang telah dilakukan perpanjangan kontrak juga menerapkan gross split.

Tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia juga dapat dilihat dari komitmen mereka untuk membayar komitmen kerja pasti (KKP) dan signature bonus yang menjadi bagian dari sistem gross split. “Dari seluruh kontrak blok migas yang menggunakan gross split telah terkumpul dana KKP senilai Rp 31,5 triliun dan signature bonus sebesar Rp.13,4 triliun,” terangnya.