DWP Kementerian ESDM Tinjau Huntara Korban Bencana Palu

DWP Kementerian ESDM mengunjungi huntara dan berikan bantuan kepada korban bencana Palu. (Foto: esdm.go.id)

Palu – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengunjungi lokasi hunian sementara (huntara) korban gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi Kota Palu dan sekitarnya. Meski sudah pulih hampir seluruhnya, masih banyak bantuan yang dibutuhkan para pengungsi yang masih tinggal di tempat hunian sementara seperti bantuan kesehatan, sarana air bersih, dan sarana pendidikan.

Penasehat DWP Kementerian ESDM Ratnawati Jonan menuturkan, Selasa (14/5/2019) pagi anggota DWP Kementerian ESDM dan Dharma Wanita BUMN sektor ESDM datang mengunjungi ibu-ibu di lokasi huntara. Di bulan yang penuh berkah ini, ia berharap kedatangan tersebut membawa berkah untuk ibu-ibu penghuni huntara di Banua Petobo.

“Kunjungan ini juga dalam rangka men-support kerja para suami-suami kita semua di Kementerian ESDM,” ujarnya dalam siaran pers Humas Kementerian ESDM, Selasa (14/5/2019).

Ratnawati melanjutkan, Kementerian ESDM merupakan salah satu Kementerian yang bergerak pertama saat terjadinya gempa di Palu untuk membantu penanganan pemulihan kerusakan berbagai fasilitas listrik, migas, serta penyediaan air bersih yang dapat langsung diminum. “Kedatangan kami di sini merupakan satu langkah perubahan yang akan diikuti langkah-langkah lainnya yang lebih berguna lainnya untuk membantu semua termasuk yang tinggal di Huntara Petobo ini,” tambahnya.

Bantuan secara simbolis diberikan Penasehat DWP Kementerian ESDM kepada lima orang perwakilan ibu hamil dan lansia, tujuh orang perwakilan ibu-ibu yang masih menyusui, serta anak-anak usia sekolah. Usai memberikan bantuan, rombongan meninjau dua fasilitas yang dimiliki Huntara Banua Petobo yakni klinik kesehatan (umum, gigi, dan persalinan) dan sarana air bersih yang langsung dapat diminum pengungsi dan masyarakat, yang merupakan bantuan dari Kementerian ESDM.

Imbauan Kurangi Sampah Plastik

Selanjutnya di kesempatan yang sama, Ratnawati menyampaikan pesan dari Iriana Joko Widodo agar mulai mengurangi penggunaan plastik dalam setiap kegiatan sehari-hari. Jumlah sampah plastik yang terdapat di pinggir pantai Indonesia terbanyak nomor dua di dunia. Sampah plastik ini akan mencemari laut dan ekosistem di dalamnya.

“Kita harus mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai semampu-mampunya. Kalau tidak bisa pakai sedotan, ya tidak usah pakai sedotan. Langsung menggunakan gelas saja atau menggunakan botol air yang dapat diisi kembali. Kalau ke pasar membawa tas dari rumah, sehingga tidak memerlukan kantong plastik kresek,” tegas Ratnawati.