Hadapi Pergantian Musim, Kementerian ESDM Beri Bantuan Sumur Bor untuk Warga Papanloe

KEMENTERIAN ESDM : Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Republik Indonesia) memberi bantuan sumur bor kepada masyarakat, Minggu (03/03/2019). Bantuan ini diberikan untuk masyarakat Desa Papanloe, Kec.Pajukukang, Kab. Bantaeng, Sulawesi Selatan. (Foto : esdm.go.id)

Papanloe, Bantaeng – Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Republik Indonesia) memberi bantuan sumur bor kepada masyarakat, Minggu (03/03/2019). Bantuan ini diberikan untuk masyarakat Desa Papanloe, Kec.Pajukukang, Kab. Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Dengan adanya sumur bor, warga Desa Papanloe diharapkan tidak perlu khawatir lagi dengan pergantian musim yang akan berlangsung. Warga setempat tak perlu risau lagi kekurangan air bersih bila musim kemarau maupun musim hujan yang kerap dilanda banjir di wilayah tersebut.

“Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam ini dirasakan efektif dan berhasil membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air,” kata Inspektur V, Inspektorat Jendral Kementerian ESDM Murdo Gantoro saat menyerahkan secara simbolis bantuan sumur bor kepada masyarakat, Minggu (3/3/2019).

Murdo menjelaskan pentingnya air sebagai kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi, baik untuk konsumsi dan kebutuhan hidup lainnya.

“Kita tahu banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih mengalami kesulitan air bersih karena kondisi alam maupun terbatasnya kemampuan pendanaan. Inilah tugas Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM menyediakan air bersih,” jelasnya.

Selain Desa Papanloe, Kementerian ESDM melalui APBN 2018 juga secara terpusat meresmikan 3 unit sumur bor lainnya dengan kedalaman sekitar 125 – 127 meter di Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kec. Tompobulu, Kab. Bantaeng; Desa Bontosunggu, Kec. Benteng, Kab. Kepulauan Selayar; Desa Padang Lampe, Kec. Ma’rang, Kab. Pangkajene dan Kepulauan. “Setiap sumur bisa melayani 3.500 jiwa dengan rata-rata debit air hingga 2,50 liter/detik,” ungkap Murdo.

Khusus Sulawesi Selatan, sudah 43 unit sumur bor yang dibangun oleh Kementerian ESDM di tahun 2018 meliputi Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Wajo.

Murdo berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat setempat dan tetap memelihara aset yang nantinya dilimpahkan ke Pemerintah Daerah tersebut.

“Mengingat sumur bor ini dibangun dengan anggaran yang cukup besar dan menggunakan APBN, kami harap agar sumur tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Mengatasi Kekeringan

Ketika memasuki musim kemarau bencana kekeringan mengancam beberapa wilayah di Indonesia. Biasanya bencana kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan sehingga membuat cadangan air semakin tipis. Kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi bahkan hampir setiap tahunnya sering terjadi bencana kekeringan.

Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan kekeringan, salah satunya adalah para petani yang terancam tanamannya gagal panen karena kekurangan air. Selain itu , bencana kekeringan juga membuat persediaan air bersih menjadi langka.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengatasi kekeringan antara ialah dengan embung. Embung atau penampung air hujan bisa menjadi cara untuk mengtasi kekeringan saat musim kemarau. Embung diperuntukan untuk menyediakan air ketika kemarau panjang. Embung bisa membantu untuk mengairi tanaman tanaman yang kering, sehingga membuat tanaman tidak mati karena kekurangan air. Embung bisa dimanfaatkan oleh petani yang menjadi sumber air ketika kemarau

Kedua, dengan adanya waduk. Saat musim kemarau tiba banyak sekali sumber air yang mengalami kekeringan. Misalnya Waduk, oleh sebab itu sangat penting untuk mengatasi kekeringan dengan mencegah waduk mengalami pendangkalan. Sebab jika mengalami pendangkalan maka kapasitas air dalam waduk akan berkurang. Oleh sebab itu cara mengatasinya adalah dengan melakukan pengerukan waduk agar lebih dalam sehingga waduk bisa menampung air lebih banyak.

Ketiga, masyarakat bisa melakukan penghijauan untuk mengatasi masalah ini. Penghijauan merupakan cara sederhana mengatasi kekeringan saat musim kemarau. Penghijauan alangkah baiknya dilakukan didaerah hulu diikuti denganmelakukan pengurangan konversi lahan didaerha hulu. Konversi lahan bisa mengurangi kemampuan lahan dalam menyerap air hujan. Penghijauan nantinya bermanfaat untuk mengurangi sedimentasi sehingga tidak akan terjadi pendangkalan waduk. (Tri M)