Penyerahan Dokumen DED Reaktor Daya Eksperimental Tahap Dua, Harapan Baru untuk BATAN

PENYERAHAN DOKUMEN DED – Kepala PTKRN BATAN Geni Rina Sunaryo menyerahkan dokumen DED tahap dua kepada Direktur Perijinan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN, Budi Rohiman disaksikan oleh Deputi Bidang TEN BATAN, Suryantoro di Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Senin (26/1/2019) (BATAN)

Tangerang Selatan – Senin (28/1/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyampaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) Reaktor Daya Eksperimental (RDE) tahap dua melalui Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.

Suryantoro, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN) BATAN, mengatakan bahwa sinergi antara BATAN dan BAPETEN diperlukan dalam proses pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia.

“Melalui proses rencana pembangunan RDE ini, BATAN sebagai litbang dan BAPETEN sebagai badan regulator dapat sama-sama belajar untuk meningkatkan kemampuan terkait dengan tugasnya masing-masing, sehingga pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia menjadi lebih baik lagi,” kata Suryantoro.

Penyampaian dokumen DED tahap dua ini juga memberikan harapan agar BATAN dan BAPETEN dapat meningkatkan capacity building dalam desain dan proses lisensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Generasi ke-4.

“Pada tahun 2017, BATAN bersama stakeholder nasional lainnya mampu mengembangkan konseptual desain menjadi basic engineering design yang kemudian dilanjutkan penyusunan DED tahun 2018,” ujarnya.

Harapan untuk BATAN

Tahun 2019 merupakan tahun terakhir Rencana Strategis BATAN 2015 – 2019. Suryantoro berpendapat bahwa perkembangan rencana pembangunan RDE dari sisi desain cukup baik, sehingga BATAN perlu berkomunikasi dengan stakeholder lainnya terkait dengan rencana tersebut agar dalam Renstra selanjutnya mendapatkan dukungan, khususnya dari Bappenas. Sejalan dengan hal tersebut, penyusunan desain RDE akan dilanjutkan sampai tahap verifikasi dan validasi, bahkan sertifikasi untuk meningkatkan capacity building SDM serta mewujudkan desain PLTN pertama di Indonesia.

Kepala PTKRN BATAN, Geni Rina Sunaryo menyampaikan bahwa dalam menyusun dokumen DED, BATAN dilengkapi dengan laboratorium fasilitas pengujian Reactor Cavity Cooling System (RCCS) yang dibangun dengan berdasarkan detail desain yang sudah disusun untuk digunakan ketika melakukan verifikasi dan validasi detail desain.

“Fasilitas uji ini dibangun berbasis pada detail desain yang telah disusun dan dimanufaktur di Indonesia dengan komponen lokal hampir 80%. Data yang diperoleh dari fasilitas ini digunakan sebagai umpan balik,sebagai bahan verifikasi dan validasi detail desain yang kita buat,” kata Geni Rina.

Hal tersebut menjadi penting untuk meyakinkan BAPETEN sebagai pihak regulator bahwa detail desain RDE yang disusun telah tervalidasi dengan baik. Kemampuan SDM BATAN dalam menguasai teknologi nuklir yang tidak hanya di level on paper atau karya tulis ilmiah, tetapi juga kemampuan mendesain, membangun, dan mengoperasikan PLTN diharapkan Geni akan mampu menjadikan BATAN sebagai technology provider, technical support organization, dan clearing house teknologi nuklir di Indonesia.