Empat PLTB Akan Beroperasi Dalam Waktu Dekat

Empat Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) di Sulawesi dan Kalimantan siap beroperasi dalam waktu dekat. (Sumber: Kementrian ESDM).

Jakarta, ENERGINASIONAL.COM ** Sebanyak empat Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Bayu (PLTB) di Sulawesi dan Kalimantan siap beroperasi dalam waktu dekat. Salah satunya adalah PLTB Sidrap I yang disebut menjadi pembangkit komersial skala besar pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi angin.

Dilansir dari laman ESDM, PLTB Sidrap tersebut memiliki kapasitas kontrak 70 megawatt (MW) dan akan beroperasi di awal 2018. PLTB tersebut telah melalui uji coba interkoneksi dengan jaringan PT PLN (Persero) pada minggu pertama Januari lalu. Lokasi PLTB Sidrap berada di area perbukitan Desa Mattirosari dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Selain PLTB Sidrap I tersebut, tiga PLTB lain dijadwalkan dapat beroperasi dalam waktu dekat adalah PLTB Sidrap tahap II, PLTB Jeneponto di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dan PLTB Tanah Laut di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Selain pembangkit listrik tenaga angin Sidrap tahap 1 yang akan beroperasi penuh awal tahun ini, akan ada 3 lagi pembangkit tenaga angin yang akan diselesaikan. Ketiganya harganya sangat ekonomis. Artinya target EBT tercapai dan harga listrik murah untuk rakyat juga terwujud,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan informasi Publik dan Kerjasama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi, seperti dikutip situs tersebut, pekan lalu.

Sebagaimana PLTB Sidrap tahap I, PLTB Sidrap tahap II dengan kapasitas 50 megawatt (MW) juga akan dibangun oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi. Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Harga jual listrik dari Pembangkit tersebut disepakati yaitu dibawah 85% dari Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan (BPP) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) yang sebesar 8,10 cent US$ per kWh. Terkait implementasi PLLTB Sidrap II terhadap sistem jaringan PLN, PT PLN (Persero) akan menyiapkan kajian teknisnya.

Sementara itu, untuk PLTB Jeneponto memiliki kapasitas 60 MW, dengan investasi sebesar US$ 150 juta. PLTB itu ditargetkan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2018. Estimasi kecepatan anginnya sekitar 7,5 hingga 8 meter per detik (m/s). PLTB itu rata-rata akan memproduksi 198,6 Gigawatt hours (GWh) per tahun. Proyek ini sedikitnya menyerap 190 orang tenaga kerja.

Untuk PLTB Tanah Laut, nilai investasinya sebesar US$ 153 juta dan ditargetkan COD pada tahun 2021. PLTB ini akan dibangun dalam tiga tahap, dengan tahap I sebesar 70 MW, tahap II sebesar 20 MW dan tahap ketiga berkapasitas 60 MW.

Pengembang PLTB Tanah Laut adalah konsorsium Pace Energy pte. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Penandatanganan Letter of Intent (LoI) pembangkit ini disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, di sela-sela acara Renewable Energy Companies Commited to Climate, dalam rangkaian One Plannet Summit, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, tanggal 11 Desember 2017 lalu.