Tahun 2025 Pemerintah Tetapkan Bauran EBT Sebesar 23% pada Bauran Energi Nasional

Baru-baru ini menteri ESDM, Ignasius Jonan memberikan arahan kepada seluruh pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator di lingkungan Ditjen EBTKE supaya dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. (Sumber: EBTKE ESDM)

Jakarta, ENERGINASIONAL.COM ** Pada tahun 2025 mendatang pemerintah menetapkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada bauran energi nasional. Penetapan target tersebut dilakukan karena EBT memiliki peran penting untuk masa depan.

Seperti diberitakan laman EBTKE ESDM, EBT berperan penting dalam target peningkatan penyediaan energi yang setara 45 GW pada tahun 2025. Percepatan penyediaan akses energi modern untuk mencapai target rasio elektrifikasi sebesar 97% pada tahun 2025 tersebut memberikan kontribusi sebesar 314 juta ton CO2 dalam program penurunan Gas Rumah Kaca (GRK). Selain itu juga sebagai pendorong ekonomi hijau.

Agar hal tersebut dapat tercapai, baru-baru ini menteri ESDM, Ignasius Jonan memberikan arahan kepada seluruh pejabat tinggi pratama dan pejabat administrator di lingkungan Ditjen EBTKE supaya dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

“Siapa lagi yang memikirkan rakyat di daerah terpencil yang belum dapat listrik kalau bukan kita. Ditjen EBTKE ada untuk itu. Saya harap kita semua juga menjalankan prinsip keadilan, dimana kita harus memastikan rakyat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh akses energi.”

Sedangkan untuk tahun 2018 ini kementrian ESDM sedang fokus terhadap penyelesaian infrastruktur EBTKE yang belum difungsikan secara optimal. Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Jonan saat bertemu dengan para pejabat struktural Ditjen EBTKE di gedung EBTKE, Selasa (16/1/2017).

“Saya tekankan lagi bahwa Ditjen EBTKE harus bisa menyelesaikan permasalahan infrastruktur EBTKE yang sudah terbangun tetapi rusak dan belum diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah,” tegasnya seperti dikutip laman yang sama.

Tak lupa Jonan mengingatkan kembali agar revitalisasi infrastruktur yang sudah terbangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menjadi fokus Ditjen EBTKE.

“Kita harus ingat kembali tugas kita sebagai aparatur, kita tidak boleh memikirkan diri sendiri. Ini adalah prinsip yang harus kita pegang dan implementasikan pada Ditjen ini,” tutupnya.