Pengoperasian jaringan transmisi listrik dari Nagan Raya – Blang Pidie Menghemat Pengeluaran 91,4 Milyar Rupiah Pertahun

Pengoperasian jaringan transmisi listrik dari Nagan Raya – Blang Pidie, Aceh yang dilakukan pada, Senin (25/12/2017) lalu. (Sumber: PLN)

Jakarta, ENERGINASIONAL.COM ** Pengoperasian jaringan transmisi listrik dari Nagan Raya – Blang Pidie, Aceh yang dilakukan pada, Senin (25/12/2017) lalu dkalim dapat menghemat pengeluaran sebesar 91,4 milyar rupiah pertahun. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN) Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

“Transmisi yang baru beroperasi ini dapat menghemat 91,4 milyar rupiah per tahun karena kehadirannya dapat menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel. Sebelumnya untuk memberikaan penerangan di wilayah Aceh, digunakan mesin diesel, ” kata Wiluyo seperti dikutip laman resmi PLN

Wiluyo melanjutkan, transmisi yang memiliki kemampuan mengaliri listrik kepada 10 ribu pelanggan ini juga berpotensi menghasilkan pendapatan sebesar 9,7 milyar rupiah.

Masih diberitakan dari laman yang sama, transmisi yang baru dipasang tersebut memiliki jaringan listrik tegangan tinggi sepanjang 104,9 kilometer sirkit dengan menggunakan 326 tower untuk menghantarkan listrik tegangan tinggi 150 kilo Volt (kV) yang juga didukung oleh beroperasinya Gardu Induk Blang Pidie 30 Mega Volt Ampere.

Selain pengoperasian jaringan listrik, PLN pun dalam waktu hampir bersamaan berhasil mengoperasikan dua trafo tegangan tinggi di Sumatera.

Trafo IBT-2 Bangko, Jambi yang beroperasi pada 27 Desember 2017 lalu. Trafo ini dapat meningkatkan kehandalan sistem 150 kV di Jambi dan sebagai persiapan evakuasi daya dari PLTA Merangin dan PLTP Sungai Penuh yang rencana beroperasi pada 2024.

Berikutnya trafo IBT-2 Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, kapasitas 250 Mega Volt Ampere (MVA) beroperasi per 23 Desember 2017 yang lalu. Trafo ini dapat membantu fleksibilitas operasi dan pemeliharaan gardu induk di sistem Sumatera bagian selatan.

“PLN berhasil memperkuat kelistrikan di Sumatera dengan beroperasinya beberapa infrastruktur ketenagalistrikan di Sumatera. Pekerjaan ini kami gempur demi mempercepat pembangunan tol listrik Sumatera dan pastinya untuk mewujudkan Sumatera Terang,” pungkas Wiluyo.