Delapan Tahun Terakhir, SKK Migas Pertahankan Rasio Penggunaan TKA Tidak Lebih dari 4 Persen

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi. (Foto: Photobucket)
Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi. (Foto: Photobucket)

Bandung, ENERGINASIONAL.COM ** Selama delapan tahun terakhir, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berhasil mempertahankan rasio penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tidak lebih dari 4 persen. SKK Migas menunjukkan komitmennya untuk tetap mengoptimalkan penggunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam kegiatan operasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS).

SKK Migas mencatat, pada 2015, jumlah TKI pada industri hulu migas mencapai 31.742 orang atau sekitar 97 persen, sedangkan jumlah TKA hanya 1.022 orang atau sekitar 3 persen. Jumlah penggunaan TKI selama 10 tahun terakhir memang mengalami kenaikan, seiring bertambahnya kegiatan operasi yang ada di Kontraktor KKS. Sebaliknya, tren penggunaan TKA selama 10 tahun terakhir cenderung konstan, meskipun banyak proyek besar sedang berlangsung.

Komitmen mengoptimalkan TKI tetap dipegang SKK Migas setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Bentuk komitmen tersebut antara lain dengan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Hulu Mugas (LSP Hulu Migas) yang mewadahi kegiatan pengembangan kompetensi SDM Hulu Migas Nasional melalui program sertifikasi kompetensi-kompetensi yang ada pada kegiatan industri hulu migas.

Pada saat ini, profesi di bidang Supply Chain Management (SCM) sedang dilakukan sertifikasi. Sementara untuk profesi Pengawas Lifting dan SDM sedang dipersiapkan oleh Tim dengan bekerja sama dengan LSP HULU MIGAS.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi yang diemban untuk mengelola kegiatan industri hulu migas nasional, SKK Migas berkomitmen penuh untuk mengembangkan kapabilitas dan kapasitas nasional dalam bidang sumberdaya manusia,“ ujar Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, saat membuka acara Rapat Kerja Komunitas SDM Hulu Migas Nasional SKK Migas-Kontraktor KKS 2016 (HR Summit 2016), di Bandung, Rabu (5/10/2016), dirilis Humas SKK Migas.

Menurutnya, di tengah rendahnya harga minyak dunia, praktisi SDM dituntut dapat pro-aktif memberikan solusi kreatif terkait manajemen SDM, karena sangat membantu pencapaian bisnis.

“Kondisi saat ini meletakkan manajemen SDM Nasional dalam suatu situasi yang New Normal, yaitu suatu situasi yang didefinisikan sebagai suatu keadaan standar bisnis yang berbeda atau berubah, menggantikan standar-standar yang berlaku sebagai acuan sebelumnya. Standar-standar baru perlu dianalisis dan ditetapkan oleh organisasi dalam menyikapi terjadinya perubahan dari eksternal organisasi,” tandasnya.

Agenda Rutin

HR Summit diselenggarakan rutin oleh SKK Migas dan Kontraktor KKS. Tema yang dipilih kali ini adalah ‘Creative HR Interventions in New Normal Business Situation’. Pilihan tema tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi industri hulu migas di tengah rendahnya harga minyak dunia.

The New Normal tidak hanya relevan bagi profit oriented organizations, tapi juga berlaku bagi SKK Migas. Keputusan penyederhanaan birokrasi dan pendigitalisasian berbagai kegiatan administrasi yang dimulai lebih dari satu tahun lalu merupakan bentuk ‘the new normal’ bagi SKK Migas untuk meningkatkan kecepatan respons dan pengambilan keputusan.