Harga Batubara Dunia Turun, Semester I 2016 Penjualan PT Bukit Asam Berhasil Naik 11 Persen

PLTU Bukit Asam. (Foto: anakusu.com)
PLTU Bukit Asam. (Foto: anakusu.com)

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Meski Harga Indeks Batubara Global masih mengalami penurunan signifikan, pada Semester I 2016, volume penjualan PT Bukit Asam (PTBA) berhasil naik 11 persen atau menjadi 10,02 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 9,03 juta ton.

“Kenaikan volume penjualan ini berkontribusi terhadap kenaikan Pendapatan Perseroan sebesar 4 persen atau menjadi Rp6,76 triliun dibanding pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,51 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan, Adib Ubaidillah, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, dari 10,02 juta ton volume penjualan, sebesar 6,28 ton atau 63 persen dari jumlah tersebut, merupakan penjualan domestik, dan 3,74 juta ton atau 37 persennya lagi berupa ekspor.

“Peningkatan volume penjualan ini tak lepas dari peningkatan angkutan kereta api batubara dari lokasi tambang menuju pelabuhan pengiriman sebesar 13 persen atau menjadi 8,48 juta ton, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 7,47 juta ton,” papar Adib.

Dari jumlah tersebut, sambungnya, sejumlah 7,02 juta ton diangkut ke Pelabuhan Tarahan Bandar Lampung atau naik 9 persen dibanding angkutan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 6,46 juta ton. Sejumlah 1,46 juta ton diangkut ke Dermaga Kertapati di Palembang atau naik 44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Harga batubara di pasar global masih mengalami penurunan yang secara year to date telah terkoreksi pada kisaran minus 18,6 persen,” tambah Adib.

Menurutnya, PTBA mampu mengendalikan harga jual rata-rata tertimbang pada periode Januari-Juni 2016 sebesar Rp659.240 per ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp703.005 per ton atau hanya turun 6 persen.

Harga jual rata-rata ekspor pada periode Januari-Juni 2016 sebesar US$ 56,96 per ton dari harga pada periode yang sama tahun 2015 sebesar US$ 61,37 per ton.

Volume produksi dan pembelian batubara tercatat sebesar 8,51 juta ton dengan komposisi volume produksi sebesar 7,65 juta ton dan volume pembelian batubara oleh anak perusahaan sebesar 0,87 juta ton. Sementara laba bersih PTBA tercatat sebesar Rp714,45 miliar dengan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 24,41 persen, Operating Profit Margin (OPM) 12,11 persen dan Net Profit Margin (NPM) 20,57 persen.

Tambahan Investasi Rp962,2 Miliar

Pada tahun ini, cucu perusahaan PTBA, PT Satria Bahana Sarana (SBS) telah melakukan tambahan investasi sebesar Rp962,2 miliar untuk pembelian sejumlah truk dengan tonase sekitar 100 ton per kendaraan dan peralatan penunjang lainnya. Dengan tambahan investasi ini, tahun 2016, PT SBS ditargetkan mampu memenuhi produksi sekitar 30 juta bcm total material tambang.

Dengan beroperasinya truk dan peralatan tambang yang didatangkan PT SBS, volume pekerjaan penambangan swakelola PTBA secara keseluruhan meningkat dalam jumlah yang signifikan. Secara langsung, dapat mendukung program efisiensi PTBA sebagai perusahaan induk.