Kembangkan Portofolio, Pertagas Niaga Tanda Tangani Kerja Sama PJBG 1,24 TBTU

Presiden Direktur Pertagas, Hendra Jaya. (Foto: Linkedin)
Presiden Direktur Pertagas, Hendra Jaya. (Foto: Linkedin)

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas), Pertagas Niaga, melakukan penandatanganan kerja sama Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Energi Media Persada (EMP) ONWJ Ltd, dan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) Indonesia (ONWJ) B.V. selaku pemegang Participating Interest (PI) pengelolaan blok ONWJ.

Dirilis Pertamina, perjanjian kerja sama ditandarangani di sela-sela pelaksanaan IndoPIPE 2016 Conference & Exhibition, Selasa (30/8/2016). Jumlah kontrak yang diperjanjikan sebesar 1,24 TBTU (Trillion British Thermal Unit) dengan Jumlah Penyerahan Harian 3 BBTUD untuk tahun 2016 dan 8 BBTUD untuk tahun 2017.

Gas dikirim melalui Onshore Receiving Facility (ORF) Cilamaya dan pipa eksisting milik Pertagas di Jawa Barat untuk mendukung kegiatan industri di wilayah Jawa Barat seperti keramik, kaca, pabrik otomotif, pabrik alat berat, pabrik bahan material bangunan dan pabrik makanan.

“Kerja sama ini adalah bagian dari pengembangan portofolio bisnis Pertagas terutama di bidang niaga dan tranportasi gas. Selain untuk keberlanjutan usaha Pertamina, kesepakatan yang ditandatangani hari ini tentu sangat dinantikan karena dampak positifnya bagi perekonomian nasional,” ujar Presiden Direktur Pertagas, Hendra Jaya.

Perjanjian PPG

Pertagas juga menandatangani Perjanjian Pengangkutan Gas (PPG) dengan PT Parna Raya dan PT Inti Alasindo, untuk pengangkutan masing-masing 40 mmscfd. Sumber pasokan gas dari kedua perusahaan tersebut berasal dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Gas akan disalurkan dari Lapangan BD (BD Field) ke Onshore Receiving Facilities (ORF) Kraton milik HCML, yang selanjutnya disambung (tie in) ke pipa transmisi gas open access Porong-Grati, melalui pipa transmisi open access Semare sepanjang ± 12 km yang akan dibangun Pertagas dan direncanakan mulai beroperasi pada Kuartal Pertama (Q1) 2017.

Lapangan BD (BD Field) adalah lapangan dengan mayoritas produksi berupa gas alam yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan dan industri dalam negeri.

Konsumen utama gas tersebut adalah pembangkit listrik milik Indonesia Power (IP) di Grati, Kabupaten Pasuruan. Kerja sama ini adalah salah satu bagian dari program 35.000 MW yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Gas milik Parna Raya digunakan seluruhnya untuk IP Grati, sedangkan gas milik Inti Alasindo sebagian akan digunakan untuk kebutuhan Industri di Jawa Timur, memanfaatkan pipa eksisting milik Pertagas yang sudah ada dari Porong ke Gresik, selain nantinya memanfaatkan pipa Porong-Grati.

“Perjanjian jual beli dan juga pengangkutan gas oleh Pertamina dan afiliasinya bersama para mitra merupakan bentuk konkret komitmen Pertamina sebagai BUMN energi dalam upaya penyediaan energi bagi industri strategis dan ketenagalistrikan nasional. Pertamina sangat bangga dapat berkontribusi positif bagi kesuksesan program-program pemerintah di sektor energi,” terang Direktur Gas dan EBT Pertamina Yenni Andayani.