Sudirman Said: Persoalan Subsidi Bukan Semata Masalah Anggaran

Perahu-perahu nelayan sedang berlabuh
Perahu-perahu nelayan sedang berlabuh

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Subsidi yang hampir mencapai Rp 400 triliun akan membebani anggaran negara. Anggaran yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif dan mengena di masyarakat bawah, habis hanya untuk “dibakar” saja.

Persoalan subsidi menurut Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, bukan semata masalah anggaran, tetapi pengalihan ke sektor produktif yang lebih prioritas dan mengena ke masyarakat bawah.

“Presiden dalam pertemuan dengan para Gubernur menyampaikan, bahwa sudah lebih dari lima tahun saluran irigasi tidak diperhatikan, sarana cold storage untuk para nelayan dan infrastruktur pelabuhan harus dibangun berkaitan dengan tema maritim,” ujar Sudirman Said hari ini, Rabu (05/11/2014) di Kantor Pusat Pertamina.

Sudirman juga mengatakan,bahwa pemberian bibit untuk para petani dan bantuan kapal kepada nelayan akan menjadi program prioritas ke depan,

“Kegiatan-kegiatan yang saya sebutkan di atas itu memerlukan pembiayaan. Program-program baik yang ingin kita dibiayai. Oleh karena itu, harus diyakinkan pemberian kepada rakyat itu sampai kepada penerimanya secara langsung,” lanjut Menteri.

Dilansir dari laman ESDM, perkembangan subsidi energi periode tahun 2005 hingga 2013 menunjukkan peningkatan yang tajam seiring meningkatnya konsumsi dan harga. Tahun 2005, realisasi subsidi energi mencapai Rp 113,9 triliun, menurun menjadi Rp 98,1 triliun tahun 2006.

Kemudian, meningkat kembali menjadi Rp 121,1 triliun pada 2007. Tahun 2008, meningkat tajam menjadi Rp 221,1 triliun dan kembali turun menjadi Rp 98,7 triliun pada 2009 .

Tahun 2010, kembali turun menjadi Rp 140,4 trilun. Tahun 2011, meningkat kembali menjadi, Rp 261,4 triliun. Terus meningkat menjadi Rp 315,98 pada 2012 dan turun menjadi Rp 299,8 triliun pada tahun 2013.

Dengan demikian, besaran porsi subsidi energi dalam APBN tersebut mencapai 17,7 persen dari total belanja Negara tahun 2013. Mengambil istilah Mantan Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, subsidi BBM maupun listrik yang mencapai sekitar Rp 300 triliun – Rp 350 triliun tersebut ibarat “menggarami air laut”, berapapun yang diberikan tidak akan mampu merubah rasanya.