Subsidi Dialihkan untuk Kegiatan Produktif

Menteri ESDM, Sudirman Said
Menteri ESDM, Sudirman Said

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diakui tidak tepat sasaran, bahkan rawan penyalahgunaan. Sering kita temui subsidi BBM dinikmati oleh orang-orang dapat membeli BBM nonsubsidi. Hal ini menjadi beban besar bagi perekonomian.

Dikutip dari BPH Migas, membengkaknya beban subsidi negara mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Sumber energi lainnya pun tidak dapat berkembang seperti yang diharapkan.

Selain itu, subsidi juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kendaraan pribadi. Tentunya, juga menciptakan dampak lain terhadap transportasi jalan di berbagai kota besar di Indonesia.

Subsidi yang besar ini harus segera diubah menjadi beberapa kegiatan yang lebih produktif.

“Pemerintah akan mengubah subsidi ke dalam kegiatan produktif agar subsidi tepat sasaran. Seperti, penerapan program prorakyat dan promiskin melalui Kartu Sehat dan Kartu Pintar,” ungkap Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudiirman Said dalam laman ESDM, Selasa (4/11/2014).

“Mengubah subsidi menjadi kegiatan produktif atau mengatur harga BBM mendekati harga keekonomiannya akan menyebabkan kesenjangan yang lebih rendah antara BBM subsidi dan nonsubsidi,” lanjut Sudirman.

Pada 2015, Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat telah menetapkan subsidi BBM sebesar Rp 276 triliun. Terdiri dari bensin (premium), minyak tanah dan solar sebesar Rp 19.464 triliun, LPG 3 kg sebesar Rp 551 triliun, dan LGV sebesar Rp 4,2 miliar.

Total subsidi dalam lima tahun terakhir sebesar sekitar Rp 1.500 triliun. Pada saat yang sama, anggaran untuk infrastruktur sekitar Rp 600 trilliun dan program kesejahteraan rakyat sekitar Rp 600 trilliun. Berbeda jauh dari yang dialokasikan untuk subsidi energi.

“Kondisi ini tidak produktif dan dengan demikian perlu beberapa kebijakan yang jelas untuk mengubah subsidi BBM menjadi banyak kegiatan produktif seperti untuk pendidikan, kesehatan, kegiatan ekonomi kecil dan menengah, dll,” ujar Sudirman.