Seminar ASEM: Antisipasi Dampak Negatif Nuklir

Seminar ASEM ke-3 "Nuclear Safety" di Yogyakarta (sumber: bapeten.go.id)
Seminar ASEM ke-3 “Nuclear Safety” di Yogyakarta (sumber: bapeten.go.id)

Yogyakarta, ENERGI NASIONAL ** Para pengamat politik, pakar lingkungan, dan ekonomi global memperkirakan ketahanan masa depan energi Asia. Cina dan India membentuk dua perlima populasi dunia. Perekonomian mereka tumbuh pesat, tetapi keduanya tidak menghasilkan cukup banyak energi.

Pemakaian energi dengan batubara tak dapat dipertahankan karena protes lingkungan yang menghendaki langit bersih. Tenaga nuklir adalah solusi yang tepat dan simpatik. Tahun 2030 kebangkitan nuklir di Asia tidak mustahil terjadi. Perkembangan itu akan membawa dampak positif maupun negatif.

Oleh karena itu, dampak yang negatif harus segera diantisipasi hingga tidak membawa kerugian bagi manusia. Demi mendorong kerjasama Asia -Eropa, tahun 2012 dibentuklah jejaring regional Asia-Eropa yaitu Asia Europe Meeting (ASEM).

Yogyakarta dipilih menjadi tempat pertemuan pertama ASEM bertemakan Effective, Transparent, and Sustainable Nuclear Safety Infrastructure, 4-5 November 2014. Sebelumnya, seminar pertama pada 2012 diadakan di Singapura dan kedua kalinya di Lithuania pada 2013.

Menteri Negara Ristek dan Pendidikan Tinggi sebagai pembicara utama diwakili Kepala BAPETEN Prof. Jazi Eko Istiyanto. Dihadiri perwakilan dari 12 negara: India, Indonesia Prancis, China, Singapura dan Uni Eropa.

Kepala BAPETEN, menyampaikan, bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan jaringan antarwilayah yang kuat pada keselamatan nuklir, dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan keamanan instalasi nuklir.

“Saya percaya bahwa pilihan Yogyakarta sebagai tempat ke-3 ASEM seminar keselamatan nuklir menjadi sumber inspirasi untuk semua peserta mendiskusikan tantangan yang dikemukakan regional dan global untuk membangun dan terus memperbaiki infrastruktur keselamatan nuklir dan kapasitas bangunan di negara-negara ASEM,” tuturnya seperti dilansir Bapeten.

Sebagai negara anggota, kami terus menyaksikan kebangkitan nuklir di berbagai belahan dunia terutama untuk menghasilkan listrik. Namun, dampak negatif pemanfaatan nuklir perlu diantisipasi. Kecelakaan Fukushima misalnya, kita perlu belajar lebih banyak dan melakukan perbaikan terus-menerus tentang keamanan infrastruktur, dan pentingnya memiliki badan pengawas yang efektif, independen dan transparan.

Tentunya, untuk memastikan terwujudnya penggunaan instalasi nuklir nasional yang aman dan mengembangkan budaya keselamatan yang kuat. Mengimplementasikan safeguards ini dimulai dari negara kita masing-masing. Jejaring ASEM diharapkan menjadi faktor pendukung untuk memperkuat eksistensi dan tukar-menukar informasi di bidang safeguards termasuk proteksi fisiknya.