PLTU 5.000 MW Cilacap Segera Dibangun

Ilustrasi PLTU
Ilustrasi PLTU

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Lima tahun ke depan, kebutuhan energi listrik baru bisa mencapai 35.000 MW. Tanpa pasokan baru, dipastikan Indonesia akan mengalami krisis listrik. Pertumbuhan konsumsi listrik nasional mencapai sekitar 8 % atau setara dengan 1.800 MW per tahun.

Rapat koordiansi perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 5X1.000 MW pun digelar untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat, Kamis (6/11/2014), di Kementerian ESDM.

“Tadi diinventarisasi oleh Menteri ESDM, Menteri Kumham, Menteri Agraria, Kepala BPN dan juga Kepala Staf Angkatan Darat, Dirut PLN dan Pemda Cilacap sepakat untuk membangun 5.000 MW listrik di Jawa Tengah Selatan. Kalau pembangkit ini selesai dibangun, maka 1/7 target sudah tercapai,” ujar Menteri ESDM, Sudirman Said.

Penambahan 5.000 MW ini, diharapkan 2.000 MW tahap pertama telah beroperasi pada 2018.

Seluruh adminstristrasi dan perizinan juga harus dipercepat prosesnya, terutama permasalahan pembebasan lahan dan izin pembangunan pembangkit. Perizinan dipercepat terkait dengan masalah pertanahan. “Kepala Staf Angkatan Darat juga hadir dalam rapat koordinasi menyangkut tanah yang akan dipergunakan untuk pembangunan PLTU tersebut sebagian menggunakan tanah TNI AD,” imbuh Sudirman.

Kondisi kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa sudah sangat kritis. Pertumbuhan konsumsi dan pasokan sudah tidak lagi mencukupi. Karenanya, perlu terobosan membangun pembangkit baru.

“Hasil laporan Direktur Utama PT PLN (Persero), kondisi kelistrikan saat ini di Jawa saja hanya mampu membangkitkan listrik 23.000 MW dengan pertumbuhan rata-rata 8% atau 1.800 MW per tahun. Jadi, kalau tidak secepatnya diantisipasi dan menghapus sumbatan-sumbatan, maka dalam waktu dekat Jawa akan mengalami krisis listrik,” ujarnya.

“Kita cari terobosan yang akan kita laksanakan segera. Keputusan terbaik adalah membangun 5X1.000 MW di Cilacap yang lokasinya tidak jauh dengan pengoperasian pembangkit listrik 700 MW sekarang,” imbuhnya.

PLTU Batubara 5.000 MW yang akan dibangun di Cilacap, Jawa Tengah direncanakan menggunakan teknologi ultra super critical boiler yang sedikit mengeluarkan polusi. Mengenai skema yang digunakan, Menteri ESDM menjelaskan, pihak pengembang langsung mengerjakan proyek PLTU tanpa melakukan perjanjian dengan PLN. Setelah proyek jadi, baru dilakukan perjanjian dengan PLN.

“Pihak pengembang yakin jika ini dibangun, daerah akan tumbuh dan PLN pasti akan butuh. Selain itu, di sekitar lokasi PLTU akan dibangun kawasan industri yang tentu saja memerlukan energi listrik,” pungkas Sudirman.