Menteri Keuangan: Jaga Kuota BBM Bersubsidi 2014 Tetap 46 Juta Kilo Liter

Mobil tangki BBM nonsubsidi Pertamina
Mobil tangki BBM nonsubsidi Pertamina

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Di penghujung 2014, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga kuota konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 46 juta kilo liter. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam laman Kemenkeu, Senin (3/11/2014). “Pokoknya kuota akan tetap kita jaga,” tegasnya.

Ada dua opsi kebijakan yang dapat dipilih pemerintah, yakni kebijakan dari sisi harga dan nonharga. Kebijakan dengan pendekatan harga sendiri dapat ditempuh dengan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Menurut Menkeu, penaikan harga BBM bersubsidi diyakini dapat menekan volume konsumsinya.

“Pengalaman dari tahun lalu, waktu harga (BBM bersubsidi) naik, volume yang tadinya diperkirakan 48 (juta kilo liter) jadi cuma 45,7 juta kilo liter,” jelasnya.

Sementara itu, jika pemerintah akan menggunakan pendekatan nonharga dalam, Menkeu menegaskan pentingnya memastikan kesiapan dari segi sarana dan prasarananya.

“Kalau mau yang non-pricing policy, ya harus jelas teknologinya siap,” ungkapnya.

Ia berharap, instansi terkait seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar dapat membantu menjaga kuota konsumsi BBM bersubsidi dari kebijakan non-harga.

“Mudah-mudahan Menteri (ESDM) baru bisa benar-benar membantu pengendalian dari sisi yang bukan harga,” katanya.