Launching Kompor Bersih, Pemerintah Targetkan 10.000 Tungku

Tungku tradisional masih digunakan oleh sekitar 40% masyarakat Indonesia
Tungku tradisional masih digunakan oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia

Yogyakarta, ENERGI NASIONAL ** Jumat (7/11/2014), Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana meresmikan acara Call For Market Aggregator Clean Stove Initiative (CSI) / Pengumuman Pemanggilan Fasilitator Pasar Pada Program Inisiatif Kompor Bersih.

Bertempat di Hotel Grand Zuri, Program Inisiatif Kompor Bersih terselenggara atas kerja sama Pemerintah Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi dan World Bank dalam Program Clean Stove Initiative (CSI).

Acara ini bertujuan mengundang calon Market Agregator untuk turut serta dalam Program CSI. Acara dilaksanakan back-to-back dengan acara Bimbingan Teknis Peran Gender dalam Pemanfaatan Bioenergi.

Kedua acara ini mempunyai keterkaitan, yaitu peran perempuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi, khususnya energi terbarukan berupa pemanfaatan biogas dan tungku sehat hemat energi,

Program CSI bertujuan meningkatkan akses masyarakat pada tungku sehat dan hemat energi di Indonesia. Juga, mempromosikan pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang tungku sehat dan hemat energi.

Program ini secara bertahap akan memperkenalkan tungku sehat dan hemat energi berbahan bakar biomassa kepada 24,5 juta keluarga. Sekitar 40% rumah tangga Indonesia masih menggunakan tungku tradisional untuk memasak, yakni menggunakan kayu bakar.

DIlansir laman ESDM, kegiatan dalam Program CSI meliputi penyusunan implementasi masterplan Program CSI, penyusunan sistem standar dan sertifikasi tungku, pelaksanaan Pilot Project CSI, dan penguatan institusi dan kapasitas sumber daya manusia. Adapun, untuk kegiatan pilot project, target tungku yang akan digunakan masyarakat sebanyak 10.000 (sepuluh ribu) tungku.