“Energi Baru Terbarukan” Penuhi Listrik, Kurangi Emisi

Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE), Rida Mulyana (Sumber: ebtke.esdm.go.id)
Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE), Rida Mulyana (Sumber: ebtke.esdm.go.id)

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Senin (10/11/2014), Ditjen EBTKE, Rida Mulyana, dalam laman EBTKE ESDM mengatakan pengembangan energi baru terbarukan disebut telah memberikan dampak signifikan pengurangan emisi CO2 sebanyak 159.314 ton per tahun.

Tersebar di 264 lokasi berkapasitas daya 11,64 megawatt (MW) mampu memenuhi listrik masyarakat sebanyak 30.860 rumah tangga.

Tercatat hingga 2013 telah direalisasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan pembangkit listrik tenaga hibrida (PLT hibrida). Pembangunan ini mampu menyerap 6.434 orang tenaga kerja saat pembangunan dan 528 orang paska pembangunan.

Adapun, pada 2014 dikembangkan 101 lokasi dengan kapasitas 3,391 MW untuk 14.971 rumah yang akan berdampak pengurangan emisi CO2 sebesar 111.111 ton per tahun. Penyerapan tenaga kerja saat pembangunan 2.888 orang dan paska pembangunan sebanyak 202 orang.

Di sisi lain, tercatat sepanjang 2013 peran tenaga air dalam bauran energi primer pembangkit tenaga listrik adalah sekitar 7,7 persen dengan total kapasitas terpasang mencapai 8.109.

Bersumber dari pembangkit milik PLN dengan 156 unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 6.997 MW dan 287 unit Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 439 MW. Ditambah pembangkit milik swasta (IPP) dengan 12 unit PLTA berkapasitas 587 MW dan 31 unit PLTM berkapasitas 62 MW.

Pembangkit yang dibangun oleh pemerintah adalah 531 unit PLTMH berkapasitas 21 MW di daerah off-grid sebesar 24 MW dan 202 unit PLTMH berkapasitas 3 MW dibangun secara swadaya maupun perorangan.

Sementara, untuk pengembangan energi surya sampai tahun 2013 sudah dikembangkan sebesar 67 MW meliputi pembangkit milik PLN berupa 129 unit PLTS berkapasitas 25 MW. Pembangkit yang dibangun oleh pemerintah sebanyak 787 unit terdiri atas 5 unit PLTS interkoneksi, PLTS Terpusat, serta SHS dengan total kapasitas 42 MW untuk memenuhi listrik masyarakat perdesaan, pulau terluar, dan kawasan perbatasan.