Eksplorasi Panas Bumi, Pemerintah Permudah Investasi

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Rida Mulyana mengatakan listrik sekarang ini menjadi perhatian serius. Kebutuhan listrik merupakan keniscayaan untuk mencapai negara maju, serta menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 6%.

“Listrik merupakan modal pembangunan. Tidak ada negara maju tanpa listrik, bagaimana bisa menjadi negara industri jika tanpa listrik,” tegasnya.

Lanjut Rida, semua pihak termasuk pemerintah mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjadi energi penghasil listrik.

“Ketersediaan listrik harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya di sektor kami. Semua pihak bergandengan tangan, koordinasi, konsolidasi dan sinergi untuk memproduksi listrik sebanyak mungkin,” kata Rida.

Rida mengungkapkan, guna mendukung pengembangan energi listrik nasional pemerintah telah menerbitkan regulasi yang dapat memudahkan dan memberikan kepastian bagi investor.

“Segala peraturan harus untuk investor friendly, pada saatnya aturan ini keluar tidak ada retensi untuk menolak,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank) mengucurkan US$50 juta untuk kegiatan eksplorasi pengembangan panas bumi (PLTP) Rantau Dedap, Sumatera Selatan kepada PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD).

Presiden Direktur SERD, Triharyo Indrawan Soesilo mengatakan, “Ini pertama kalinya dalam sejarah, sebuah bank melakukan investasi pinjaman untuk kegiatan eksplorasi,” ujarnya seperti dilansir laman EBTKE, Selasa (4/11/2014).

Triharyo menjelaskan, sebagai tahap awal dilakukan kegiatan pembangunan infrastruktur publik, pengeboran dan pengujian sumur. “Kami menargetkan proses eksplorasi rampung pada 2015,” katanya.

Menurut dia, jika proyek tersebut dapat dikembangkan mencapai target kapasitas 240 megawatt (MW), diperkirakan mampu melistriki kurang lebih 490.000 rumah tangga hingga tiga puluh tahun ke depan, dengan pengurangan emisi karbondioksida setara 1,1 juta ton per tahun.

“Proyek ini merupakan bagian dari program percepatan 10.000 megawatt (MW) tahap kedua yang telah mendapatkan surat jaminan kelayakan usaha (SJKU) dari pemerintah. Program panas bumi ditargetkan berkontribusi sebesar 4.000 MW,” papar Triharyo.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dihasilkan dari uap reservoir panas bumi. Apabila fluida di ujung sumur berupa fase uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin. Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak untuk membuat generator berputar, sehingga menghasilkan energi listrik.