BBM Naik, Permintaan Premium Meningkat 12%

SPBU Pertamina
SPBU Pertamina

Jakarta, ENERGI NASIONAL ** Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Muhammad Husen menyatakan, akibat gencarnya isunya kenaikan BBM, penjualan BBM PSO jenis Premium mengalami lonjakan kenaikan permintaan hingga mencapai 12% dalam dua minggu terakhir.

Dua minggu terakhir, lonjakan kebutuhan masyarakat dari sekitar 81.000 liter per hari menjadi rata-rata 90.000 liter per hari.

“Ini lebih kepada spekulasi konsumen saja, yang biasanya mengisi 10 liter menjadi full tank,” ujar Muhammad Husen dalam jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (05/11/2014).

Isu kenaikan harga BBM menyebabkan peningkatan penjualan premium akibat adanya panic buying.

“Peningkatan pembelian oleh masyarakat saya rasa tidak perlu dilakukan karena memang persediaan kita cukup. Misal, tangki diisi penuh 30 liter x Rp 2.000 cuma Rp 60.000. Cape-cape buat apa, sih,” ungkap Husen. “Jadi, saya minta kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembelian yang berlebihan apalagi penimbunan,” lanjutnya.

Hussen menyatakan, jika terjadi kenaikan harga BBM, masyarakat cenderung akan melakukan penghematan. Jika, rentang harga BBM PSO dengan Non-PSO tidak terlampau besar, maka akan terjadi pengalihan konsumsi BBM PSO ke Non-PSO yang cukup besar.

“Katakan jika deltanya Rp 1.000 perak antara premium dan pertamax, konsumen yang beralih ke Pertamax akan cukup banyak,” ujar Husen.

Selanjutnya dalam rangka pengawasan rantai distribusi, Pertamina akan melakukan pengawasan di seluruh SPBU untuk melihat kejadian yang tidak wajar. Jika ditemukan, maka pihak Pertamina akan berkoordiansi dengan aparat keamanan dan SPBU terkait akan diberikan sanksi.